Dugaan Pungli SD Jepang : Kasmudi Sebut Bukan Pungli Hanya Amal Wali Murid

by

Kudus, ISKNEWS.COM – Penarikan uang dari wali murid yang terjadi di SD 2, 4, dan 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, sempat menjadi polemik. Tiga sekolah tersebut diduga melakukan pungutan liar (pungli), dengan menarik uang Rp 50 ribu kepada setiap wali murid.

Meski begitu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Kasmudi, justru menyebut dugaan pungli tersebut sebagai amal dari para wali murid untuk pihak sekolah. “Ini tidak benar kalau disebut pungli, karena wali murid sendiri yang ingin beramal kok,” katanya saat ditemui usai menggelar rapat dengan wali murid, Kamis (06/07/2017).

Dijelaskan Kasmudi lebih lanjut, penarikan dana Rp 50 ribu dari wali murid digunakan untuk membangun infrastruktur sekolah, yakni lapangan voli yang menelan biaya Rp 23,7 juta. “Pihak sekolah menarik per wali murid Rp 50 ribu, dan nyatanya tidak keberatan malah justru dianggap sebagai amal,” tandasnya.

TRENDING :  27 SMK Pamerkan Jurusan Potensial di SMK Weekend

Ditambahkannya, dalam pertemuan pihaknya memberikan tawaran kepada wali murid, perlu atau tidaknya uang yang telah disumbangkan dikembalikan. Akhirnya diputuskan mayoritas setuju dan menganggap sebagai amal.

KOMENTAR SEDULUR ISK :