Dukuh Masin Desa Kandangmas Simpan Banyak Cerita Dan Sejarah

Dukuh Masin Desa Kandangmas Simpan Banyak Cerita Dan Sejarah

Kudus, isknews.com – Satgas TMMD Reguler Ke-98 Kodim Kudus percaya dan mendukung sepenuhnya kegiatan yang di selenggarakan oleh warga Dukuh Masin, dalam memelihara kearifan budaya lokal di Desa Kandangmas.

Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membangkitkan moral bangsa, sebagai landasan untuk menumbuh kembangkan kearifan lokal sebagai simbol kebudayaan khas di suatu daerah. Sehingga diharapkan mental generasi penerus bangsa akan senantiasa kuat dalam menghadapi ancaman multi dimensional.

Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus adalah salah satu desa yang mempunyai legenda cerita rakyat yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam di Kudus, terutama terkait dengan keberadaan Sunan Muria. Adalah cerita rakyat Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku di Dukuh Masin, Desa Kandangmas, yang hingga kini cerita rakyat Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku menjadi sumber spiritualitas kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Lebih Dekat Dengan Masyarakat Kodim 0722/Kudus Gelar Bhaksos dan Hiburan Rakyat di Dua Tempat

Menurut Kepala Desa Kandangmas H. Sofwan, sekaligus selaku dewan penasehat pengelola Punden Keramat Dukuh Masin mengatakan “Makam Raden Ayu Dewi Nawangsih dan Raden Bagus Rinangku merupakan salah satu peninggalan sejarah daerah yang harus di lestarikan adat istiadatnya sebagai wujud mengenang para leluhur. Selain itu juga kedatangan masyarakat dalam acara Buka Luwur ini supaya mendapatkan barokah,” tuturnya.

TRENDING :  Danramil Mayong Ikut Turun Tangan Dalam Pengerjaan Pengecoran Jalan

Sementara itu Ketua BPD Kandangmas, Supriyono, saat di dampingi Kadus Masin Iswanto menuturkan “Tradisi Buka Luwur di punden Masin merupakan tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang dengan tujuan mendoakan para leluhur atau pepunden yang diyakini telah mampu membawa perubahan di Dukuh Masin sendiri dan di Desa Kandangmas secara umum, juga merupakan sebuah penghormatan kepada nilai sejarah.” imbuhnya.

Cerita dukuh Masin yang banyak mengandung nilai didik, baik dalam bidang agama atau religi, moral, sosial, maupun bidang budaya. Selanjutnya dalam bidang sosial, menamkan sikap untuk tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Karena dengan memaksakan kehendak kepada orang lain, akan dapat menimbulkan atau merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam bidang budaya, menanamkan sikap untuk memercayai dan meyakini bahwa apa yang telah diperintahkan orang tua tidak boleh dibantah atau diabaikan. Menurut budaya Jawa, membantah atau mengabaikan perintah orang tua akan mendapatkan azab yang luar biasa. (Wh)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*