Dukung Pembentukan Paguyuban Penyiar

Dukung Pembentukan Paguyuban Penyiar

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Menyusul adanya peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-84 yang diperingati tanggal 1 April di Provinsi Bengkulu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora Jawa Tengah, mendukung terbentuknya paguyuban antar penyiar radio di wilayah kabupaten setempat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Infomasi Komunikasi Publik (IKP) Budi Tjahjono.

Foto: Kepala Bidang Infomasi Komunikasi Publik (IKP) Budi Tjahjono (Dok.Isknews.com)

“Tentu saja sangat mendukung. Harapannya bisa menjalin kemitraan dan sinergitas dalam hal penyiaran informasi kepada publik melalui radio di studio masing-masing,” kata Budi Tjahjono.

Melalui paguyuban itu, menurut Budi, diharapkan juga bisa meningkatkan kesejahteraan para kru radio.

TRENDING :  Bebuyutan, Persikaba Bertemu Persiku Dipenyisihan Grup A Liga 3

“Kalau ada iklan layanan yang perlu ditayangkan bisa saling bekerja sama atau saling bergantian menyiarkan. Sehingga studio radio yang diduga kurang pemasukannya bisa terbantu,” ujarnya.

Hanya saja, eksistensi paguyuban tersebut tidak berada dibawah naungan langsung Dinkominfo Blora.

“Itu juga sebagai ajang silaturahmi dan saling sinergi. Diharapkan bisa membuat agenda secara kontinyu dan konsisten,” ujarnya.

TRENDING :  Keluarga Segitiga Teater Kudus Pentaskan Drama Berbahasa Jawa Kudusan

Kepala Seksi Radio, Televisi, Film dan Pers (RTFP) Bidang IKP Dinkominfo Blora Samedi Djoko Waspodo, mengungkapkan sebagai langkah awal sudah melakukan koordinasi dan menjalin komunikasi melalui sosial media.

“Dari koordinasi dengan teman-teman penyiar radio, hingga saat ini disepakati bernama Pagar Bumi artinya Paguyuban Penyiar Radio Blora Mustika,” jelasnya.
Salah seorang penyiar radio senior di Blora, Wahyanto, menyampaikan paguyuban itu mempunyai visi mengajak masyarakat di Kabupaten Blora cinta media.

TRENDING :  Kendat, Kakek 80 Tahun Gantung Diri

Misinya, memagari masyarakat dari informasi yang tidak sesuai dengan budaya adat ketimuran. Membentengi Kabupaten Blora dari informasi-informasi yang merusak bangsa dan keutuhan NKRI. Menciptakan suasana Kabupaten Blora yang kondusif.

“Yang terpenting guyub rukun, santun, sejalan dengan adat budaya Sedulur Samin. Termasuk melestarikan budaya kita yang adi luhung,” jelas Wahyanto yang juga Kepala UPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Jiken. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*