Dwi Buktikan Jika Wanita Mampu Ikuti Touring Sepeda

oleh
Foto: Ni Made Dwi Puspasari yang tengah beristirahat di Kota Kudus, Sabtu (31-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dalam kirab estafet onthel tropy Internasional Veteran Cycling Asosiation (IVCA) dengan perjalanan dari Anyer menuju Sanur. Pada even nasional tersebut, diikuti oleh 11 peserta dari beberapa Kota di Indonesia.

Sebuah pemandangan unik dari kegiatan kirab tersebut. Dari 11 peserta kirab, satu diantaranya adalah wanita. Ia bernama I Made Dwi Puspasari.

Sosok wanita tangguh ini telah lama menjadi penggemar sepeda onthel. Diakui Dwi, sapaan karibnya, jika dirinya telah 18 tahun menggilai sepeda onthel. Baginya, sepeda onthel itu memiliki kilas sejarah yang dalam dan nampak begitu unik.

Kecintaannya pada sepeda dimulai sejak ia masih kecil dan tidak pernah luntur sampai saat ini. Dalam kesehariannya, ia juga beraktivitas dengan menggunakan sepeda. Hal tersebut merupakan salah satu wujud kecintaannya pada sepeda, khususnya onthel.

TRENDING :  Kejuaraan BMX MTB 4X Open Bersama W Mld Meriah

“Kenapa saya begitu setia dengan sepeda? Alasannya, karena saya tidak bisa naik kendaraan bermotor,” ungkap wanita asal Kota Denpasar ini, sembari tertawa.

Mengikuti touring bukanlah hal yang baru bagi wanita 44 tahun ini. Sebelumnya, ia kerap mengikuti sejumlah touring nasional maupun internasional. Seperti Tour Srikandi Indonesia dari Banda Aceh – Padang pada tahun 2013, Tour Bali – Jakarta pada tahun 2014 dan Tour Srikandi Indonesia Nusa Tenggara Barat – Bali pada tahun 2015.

Tidak dipungkiri Dwi, jika pihak keluarganya pernah melarang dirinya untuk melakukan touring sepeda. “Waktu melaksanakan touring pertama saya dari Banda Aceh ke Padang, kakak saya melarang keras. Namanya kakak pastinya khawatir melihat adik perempuannya melakukan kegiatan semacam touring. Selain itu, jarak Banda Aceh ke Padang cukup jauh membuat kakak saya khawatir,” kata Dwi, Sabtu (31-03-2018).

Foto: Rombongan touring kirab ekstafet onthel trophy IVCA, Sabtu (31-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Meskipun mendapat tantangan keras dari Sang Kakak, Dwi tetap menyalurkan hobinya dengan mengikuti touring tersebut. Awalnya kakaknya sempat kecewa dengan sikap Dwi, namun Dwi berhasil meyakinkan kakaknya mengenai hobinya tersebut.

TRENDING :  Sumur Bandung Peninggalan Honggowongso

Setelah menjalani beberapa tour sepeda, keluarga Dwi dapat menerima dan mendukung penuh keinginannya. Bagi Dwi, bersepeda bukan sekedar olahraga. Lebih dari itu, bersepeda merupakan sebuah hobi yang membawa sejumlah misi mengkapampanyekan hidup sehat.

Menurutnya, tantangan terberat dalam melakukan touring sepeda, saat melintasi sebuah jalan lurus dan panjang. “Kalau melintasi jalanan yang lurus, saya sering merasa mengantuk. Saat hal tersebut terjadi, saya mensiasatinya dengan banyak minum air. Setelah minum air, mata dan pikiran pastinya akan fresh kembali,” ungkapnya.

TRENDING :  Popda Kudus Segera Dimulai Awal Maret 2018

Tidak hanya itu, kondisi jalanan yang rusak sering kali mengganggu perjalanannya. Diungkapkan Dwi, kondisi jalanan yang rusak berpotensi merusak ban sepedanya. Apalagi sepeda yang dikendarai adalah sepeda tua, yang rentan dengan kondisi jalanan yang rusak.

Tak banyak yang diharapkan Dwi dari hobinya tersebut. Ia mengharapkan, jika bersepeda dapat digemari oleh semua orang. Tidak sekedar menggemari, namun ia berharap bersepeda dapat menjadi sebuah gaya hidup masyarakat. (NNC/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :