Ekspor Kopi Tempur Diproyeksi Meningkat

Ekspor Kopi Tempur Diproyeksi Meningkat

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Kualitas kopi Tempur, Kecamatan Keling tidak perlu diragukan lagi. Kopi Tempur bahkan sudah menembus pasar ekspor yakni ke Aljazair. Meskipun demikian, masih dibutuhkan banyak sentuhan agar kualitas dan kuantitas rasa komoditas ini terus meningkat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, pada kegiatan Pengenalan, Konservasi, Pelatihan Pupuk Cair dan Pembagian 3000 Bibit Kopi Hasil Kerjasama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Komisi VII DPR RI, di Balai Penyuluhan Kecamatan Keling yang ada di Desa Jlegong, Rabu (21/6/2017).

TRENDING :  Industri Hasil Tembakau Masih Jadi Primadona

Menurut Andi, Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak diantaranya dari LIPI diharapkan akan meningkatkan kualitas kopi khas Pegunungan Muria ini untuk memenuhi selera pasar luar negeri. “Kopi Tempur ini sangat prospektif untuk terus dikembangkan. Hanya saja, hal itu butuh dukungan dari berbagai pihak,” katanya.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Profesor Eny Sudarmonowati mengatakan LIPI mempunyai tanggung jawab untuk penyebarluasan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Penelitian LIPI bertujuan memecahkan persoalan dengan basis riset. Selain itu, upaya LIPI tersebut juga untuk menambah nilai ekonomi produk yang dihasilkan masyarakat.

TRENDING :  Pemohon Kartu AK1 Membludak, Disnaker Kewalahan

Ia mencontohkan produk kopi. Idealnya, kopi tidak dijual hanya berupa biji mentah. Harus ada nilai tambah ekonominya dengan pengolahan dan pengemasan produk. “Kita siap membantu mulai dari proses pra hingga pasca produksi,” ujar Eny.

TRENDING :  Hari Ini 1185 Petugas Sensus Ekonomi Kudus Mulai Lakukan Pendataan

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI, Daryatmo Mardiyanto mengatakan pihaknya memang mendorong hasil riset LIPI agar bermanfaat untuk masyarakat. Namun proses diseminasi itu harus memperhatikan potensi daerah agar sesuai dengan kebutuhan.

Kopi Tempur Jepara memiliki cita rasa khas yang berbeda dari daerah lain. Tahun 2012, kelompok tani Desa Tempur pernah menjuarai penilaian cita rasa se-Jawa Tengah dari Kementerian Pertanian dan Asosiasi Kopi Indonesia. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post