Enam Kecamatan di Kabupaten Pati Bakal Dijadikan Pilot Project Manajemen Pertanian

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Istimewa

Pati, ISKNEWS.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Fraksi Golkar Firman Subagyo bakal menjadikan enam kecamatan di Kabupaten Pati sebagai pilot project manajemen pertanian. Pasalnya, Kabupaten Pati merupakan salah satu kabupaten penyangga ketahanan pangan nasional sedangkan ke-enam kecamatan tersebut dianggap menjadi lumbung pangannya kabupaten.

Dari ke-enam kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Jaken, Winong, Margoyoso, Batangan, Wedarijaksa dan Tayu. Supaya program tersebut berjalan, Firman berjanji akan memberikan bantuan sarana dan prasarana melalui bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Saya akan mulai dengan meninventarisasi kebutuhan-kebutuhan desa dan kecamatan, sehingga hulu-hilirnya akan kita berikan alat permanen untuk produksi pertanian seperti Hand Traktor, pompa air dan alat pendukung lain,”jelas Firman usai acara pemantapan wawasan dan sosialisasi empat konsesus dasar di Gedung Pertemuan Kecamatan Winong, Jumat (11-5-2018).

TRENDING :  Balingtan Selenggarakan Bintek Pertanian Ramah Lingkungan

Terkait infrastruktur baik jalan usaha tani dan irigasi tersier Firman akan melakukan koordinasi dengan pihak kementrian terkait dan Bupati, untuk awal ini dia memberikan bantuan alat berat berupa exvakator yang nantinya dapat digunakan secara swakelola di masing-masing kecamatan yang akan dijadikan pilot project.

TRENDING :  Kades Ketanggan Tanggapi Seruan Bupati Soal Takbir Keliling

”Sekarang ini tinggal membentuk lembaganya untuk mewujudkanya, karena alat-alatnya sudah datang di Pati,”lanjutnya.

Firman juga memberikan solusi tentang hasil panen yang dikuasai tengkulak, untuk mengendalikan harga pasca panen supaya petani tidak dirugikan, maka dia akan mengajak Bulog untuk membeli gabah petani dengan harga yang tidak merugikan petani.

TRENDING :  Banyak Kebocoran Pajak, Anggota DPRD Tuban Belajar Ke Pati

”Setelah bulog dipimpin Pak Buwas, tentunya hal ini akan menguntungkan petani. Mudah-mudahan bulog dapat menyerap hasil pertanian dengan harga yang tidak menyakitkan para petani. Inilah yang menjadi komitmen kami dengan kementrian pertanian,”pungkasnya. (WR/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :