Es Kepal Milo, yang Lagi Viral di Dandhangan Kudus

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Minuman yang tengah booming dan viral di berbagai daerah di Nusantara, khususnya di even Dandhangan ini, ternyata berasal dari Malaysia. Di Indonesia, Es Kepal Milo pertama kali populer di Yogjakarta pada awal tahun 2018. Dari situ, Es Kepal Milo mulai dikenal dan memiliki banyak penggemar.

Diungkapkan oleh Abdullah (35), penjual Es Kepal Milo asal Yogjakarta, di Malaysia minuman ini bernama Ais Kepal Milo yang muncul pada akhir tahun 2017. Dan pertama kali muncul dari gerai es milik Tok Abah yang ada di Kuala Kangsar, Malaysia.

ISKNEWS.COM
Stand Es Kepal Milo di Dandhangan Kudus, Minggu (13-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Tok Abah adalah orang yang pertama kali mempopulerkan Ais Kepal Milo. Di kedai milik pasangan suami istri Sead Lamin dan Shariah Hashim, untuk pertama kalinya minuman ini dijual. Tak disangka, dalam waktu satu bulan saja, kedai mereka setiap harinya diserbu dan dipadati oleh pembeli,” ungkap Abdullah, Sabtu (15-05-2018).

TRENDING :  Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Sekolah

Diceritakannya, selain dari pembeli Ais Kepal Milo di pasar-pasar malam yang ada di Negeri Jiran, yang menjadikan minuman ini viral karena sering ditayangkan di sejumlah media dan chanel youtube. Dari tayangan tersebut, rupanya dilihat oleh sejumlah warga Indonesia dan mendorong mereka untuk memperkenalkan minuman ini di Yogjakarta. Untuk pertama kalinya, mereka memperkenalkan es ini di Jalan Surami, Mantrijeron, Yogyakarta dengan nama Ais Kepal Jogja.

“Saudara kamilah yang pertama kali memperkenalkan Ais Kepal Jogja pada 20 Maret 2018. Dimana saat itu, belum ada yang berjualan es semacam itu di Yogjakarta,” ujarnya.

Popularitas minuman satu ini, mendorong sejumlah masyarakat untuk berjualan Es Kepal Milo. Tak heran, kini minuman ini menjamur di berbagai Kota dan Kabupaten di Indonesia, salah satunya di Kudus. Bahkan pada even Dandhangan tahun ini, Es Kepal Milo berhasil menjadi kuliner populer dan paling dicari oleh masyarakat Kudus.

TRENDING :  Peneliti Asal Eropa Tulis Peradaban Prawoto

Diakui oleh Dinda, siswa kelas XI MA NU Banat, bahwa keberadaan sejumlah stand penjual Es Kepal Milo di Dandhangan menimbulkan gejolak rasa penasaran dalam dirinya. “Es ini baru ada di Dandhangan tahun ini. Pas lewat Jalan Sunan Kudus, lihat banyak penjual Es Kepal Milo. Teman-teman juga banyak yang cerita tentang minuman ini. Dari situ penasaran dengan es ini, lalu coba beli dan ketagihan,” jelas Dinda, sambil tertawa.

Berdasarkan pantauan ISKNEWS.COM, saat ini di area Dandhangan Kudus terdapat 15 stand penjual Es Kepal Milo, yang tersebar di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Sunan Kudus dan sekitar Menara. Harga yang ditawarkan juga bervariatif anatara Rp. 5.000 – 20.000 disesuaikan dengan topping dan varian rasanya.

Salah satu penjual Es Kepal Milo di Dandhangan, Parjono Edi Saputro, mengungkapkan meskipun memiliki bahan baku yang sama yakni susu bubuk Milo. Namun yang dihasilkan dari Es Kepal Milo antara stand satu dan yang lainnya rupaya berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh inovasi dari masing-masing penjual dalam membuat adonan dan topping.

TRENDING :  19 Puskesmas di Kudus Telah Lewati Akreditasi, Puluhan Klinik Menyusul

“Setiap penjual pasti memiliki resep dalam membuat Es Kepal Milo. Hal inilah yang membuat es satu dan lainnya memiliki rasa yang berbeda. Tak hanya rasa, toppingnya juga berbeda-beda tergantung kreatifitas dari penjual,” kata Edi, Minggu (13-05-2018).

Banyaknya penjual Es Kepal Milo di Dandhangan tidak membuat Edi patah semangat. Baginya, urusan rezeki sudah ada yang mengatur. Ia hanya berusaha memberikan pelayanan yang baik pada pembeli.

“Kalau starategi khusus saya rasa tidak ada. Untuk harga juga relatif sama antara satu dengan lainnya. Dengan harga yang cukup mahal Rp. 20 ribu per cup, saya harus bisa memberikan kualitas dan pelayanan yang terbaik. Karena saya tidak mau mengecewakan pembeli,” jelasnya. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :