Evaluasi Dua Arah Jalan Sudirman : Faktanya Prediksi Titik Titik Yang Akan Alami Traffict Jam Tertinggi Tidak Terbukti, Dua Arah Tetap Diteruskan

Evaluasi Dua Arah Jalan Sudirman : Faktanya Prediksi Titik Titik Yang Akan Alami Traffict Jam Tertinggi Tidak Terbukti, Dua Arah Tetap Diteruskan

Kudus, isknews.com – Sepekan paksa pelaksanaan pemberlakuan dua arah jalan Jendral Sudirman, Kudus, kemarin digelar rapat terbatas di ruang Asisten II Sekda Kudus Bagian Ekonomi dan Pembangunan Budi Rakhmat, Selasa (4/10).
Dalam rapat evaluasi yang di pimpin oleh Asisten II tersebut, dihadiri oleh kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Didik Sugiharto, Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo, Putut Sri Kuncoro, Kanit Dikyasa Polres Kudus Iptu Ngatmin dan Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Andi Imam Santosa.

00Dalam rapat tersebut Kepala Dishubkominfo, menyampaikan, penerapan arus dua arah pada jalan jendral Sudirman, hingga sepekan diberlakukan, disimpulkan tetap akan diteruskan, hal ini merupakan hasil pengamatan dirinya dan pihak Satuan Lalulintas Polres Kudus bahwa tidak ditemukan kendala berarti atas diberlakukannya kebijakan dua arah oleh bupati Kudus.

BACA JUGA :  Terminal Jetak Kaliwungu Akan Naik Grade Dari Tipe B Menjadi Tipe A

Dijelaskan oleh Didik, “kita tidak bisa menentukan kecuali 2 instansi (Dishubkominfo dan Satlantas Polres Kudus), karena dari hasil evaluasi, Lebar jalan Jenderal Soedirman totalnya adalah 11,2 meter, bila diambil dua sisi untuk parkir masing masing 2 m, maka total peruntukan parkir adalah selebar 4 m, sehingga bila lebar keseluruhan jalan adalah 11,2 m bila di kurangi 4 masih ada lebar 7, 2 m, dan bila dibelah lagi menjadi dua jalur, masih ada lebar pada masing masing jalur adalah 3,5 m, sedangkan kendaraan paling lebar 2,5 m, sehingga itu masih dianggap layak, “ Jelas Didik

Ditambahkan oleh Didik, “Pada tataran fakta, pada 4 titik yang sering alami kemacetan (Depan SD Cahaya Nur, Depan Mapolres, Depan SMP 2, dan Depan Pasar Kliwon) yang akan menjadikan traffict jam tertinggi itu tidak terbukti, tidak ada telefon baik dari rekan-rekan Polantas, maupun Dinas Pasar yang mengeluhkan tentang hal ini, padahal dulu sebelum pemberlakuan, malah kami sering di hubungi mereka tentang keluhan macet dan sebagainya, sebelum uji coba, jalur seperti di depan SD Cahaya Nur biasanya sangat krodit dan macet, kini malah tidak separah dulu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kendaraan Angkutan Barang Dilarang Beroperasi Pada Saat Libur Panjang Hari Raya Idul Adha

seperti prediksi beberapa pihak, bahwa di 4 spot inilah nantinya yang akan menjadikan traffict jam point tertinggi, ” namun sekarang justru malah berkurang tidak seperti dugaan kita, memang sesuai dengan peraturan lalulintas ketika kita masuk lintasan dalam kota adalah dengan kecepatan maksimal 40 km/jam tambahnya, apalagi bila nanti garis pemisahnya sudah jadi dan kita tidak lagi menggunakan Roads Barrier/Water Barrier, plastik fiber warna oranye yang kini dijadikan pemisah jalan itu yang selebar 60 cm, tentu akan semakin lancar,” kata dia.

Masih menurutnya, “Setelah lebih ditata nantinya, dengan pemberian garis marka jalan, pemasangan rambu-rambu baru sesuai kebutuhan, serta pengaturan ketaatan berkendara yang ketat, Jika ada pengendara yang parkir melebihi garis parkir akan ditilang, saya optimis kedepan akan menjadi baik, apalagi para pedagang pasar Kliwon juga sangat berterimakasih dengan kebijakan baru ini, karena dengan mudahnya akses dari barat dan timur bagi para pelaku perdagangan di pasar kliwon ini akan turut juga meningkatkan transaksi ekonomi bagi pasar terbesar di wilayah pantura timur Jawa tengah ini,” ujarnya.

BACA JUGA :  Terminal Cepu Libatkan Warga Sekitar

“Soal kekhawatiran akan adanya kemacetan besar bila terdapat even besar di Alun-alun, Didik mengatakan kita akan kembali terapkan metode seperti sebelum pemberlakuan dua arah Jalan Jenderal Sudirman, karena dengan kebijakan dua arah ini faktanya justru membantu mengurai titik kemacetan yang paling tinggi di Kudus ini, yaitu Jalan HOS Cokroaminoto,” tandasnya. (YM/ES)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post