Fakir Miskin Usia Produktif Dilatih Wiraswasta

oleh
ISKNEWS.COM

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara akan memberikan pelatihan wiraswasta untuk 48 fakir miskin usia produktif. Hal ini disampaikan Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Jepara, Masunduri, usai menyampaikan rencana pelatihan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Sholih, di Setda Jepara, Selasa siang (2/1/2018).

Gagasan dipaparkan di sela acara penyerahan dana sosial yang dihimpun melalui gerakan Pekan Peduli Sosial (PPS), dari panitia PPS kepada Baznas Kabupaten Jepara. Selain Masunduri, anggota Baznas Kabupaten Jepara yang lain juga hadir. Mereka terdiri dari Noor Rohman Fauzan, Ahmad Mustofa, dan Noor Arifin.

“Pelatihan ini adalah upaya Baznas agar bantuan yang diterima fakir miskin mampu memberi dorongan kemandirian ekonomi. Jadi sasarannya adalah mustahiq usia produktif berusia antara 35 sampai 45 tahun,” kata Masun.

TRENDING :  Didominasi Nelayan Kecil, Area Tangkap Ikan di Jepara Sangat Padat

Menurut Masun, pelatihan ini direncanakan mulai Februari. Sebanyak 48 peserta yang dilatih, masing-masing berjumlah 3 orang dari setiap kecamatan. Materi pelatihan akan diberikan sesuai minat mustahiq penerima program, yang terdiri dari tata boga, tata rias, menjahit, otomotif, sablon, dan teknisi elektronik.

TRENDING :  Dini Mitasari KOWAD Asal Jepara Perkenalkan Sepak Takraw Ke Spanyol

Pasca pelatihan, selanjutnya, mereka akan diberi modal dalam bentuk peralatan usaha. Untuk memastikan program ini berhasil, Baznas akan menggandeng Unisnu Jepara untuk melakukan pendampingan kepada penerima program. Program ini dibiayai dari dana sosial dari uang saku pelajar di Jepara yang terkumpul dari pelaksanaan PPS Agustus lalu. Secara simbolis, dana ini diserahkan ketua panitia Sholih kepada Masun Duri. Masun Duri mengapresiasi peningkatan nilai penghimpunan dari tahun 2016 yang baru Rp. 677 juta menjadi Rp. 914 juta.

TRENDING :  Ribuan Warga Saksikan Tradisi Jembul Tulakan

Sekretaris PPS tahun 2017 Lukito Sudi Asmara menyebut, dana sosial PPS murni berasal dari penyisihan uang saku pelajar selama sepekan, untuk melatih mereka dalam kepekaan sosial. Siswa tingkat TK/RA dan SD/MI mengumpulkan Rp. 500, per hari dan jenjang SMA/SMK/MA Rp. 1000,- per hari, dan mahasiswa Rp. 2000,- per hari. “Tetapi di perguruan tinggi belum berjalan maksimal,” lanjutnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :