Fasilitas Keamanan Kebakaran di Gedung Setda Jepara Belum Penuhi Standar

oleh
gedung Setda Jepara ISKNEWS.COM
Foto: Istimewa

Jepara, ISKNEWS.COM – Kelengkapan keamanan kebakaran di gedung Setda Jepara dinilai belum memenuhi standar yang ada. Alat pemadam api ringan (Apar) yang menjadi piranti paling sederhana saja masih cukup minim tersedia di gedung tempat Bupati dan Wakil Bupati Jepara bekerja itu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto usai melakukan simulasi penanganan bencana kebakaran di gedung Setda Jepara, Kamis (26-4-2018).

Menurut Arwin, selain Apar yang masih belum memenuhi standar, gedung lantai dua itu juga tidak dilengkapi tangga darurat jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Hal ini menurutnya menyulitkan jika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran. “Karena tidak ada tangga darurat, tadi simulasi yang kita lakukan menggunakan tali melalui jendela,” kata Arwin.

Di lingkungan Setda Jepara, lanjut Arwin, juga tidak tersedia hydrant. Jika pun ada di beberapa titik, namun tidak dapat digunakan. Selain kurangnya fasilitas, kata Arwin, pegawai di lingkungan Pemkab Jepara belum siap jika terjadi kebakaran. “Jika tadi memang benar-benar terjadi kebakaran, maka akan ada banyak korban. Sebab, mereka tidak mematuhi petunjuk-petunjuk yang telah ada. Intinya Setda Jepara tidak siap hadapi bencana,” jelasnya.

TRENDING :  Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokir Jalan

Lebih lanjut Arwin mengatakan, pihaknya menekankan kesiapan masing-masing individu dalam menghadapi bencana. Sebab, keselamatan dalam setiap bencana tergantung setiap individu. Berdasarkan kajian, kesiapsiagaan diri sendiri menentukan keselamatan cukup besar sekitar 35 persen. Sedangkan dukungan anggota keluarga 31,9 persen, teman atu tetangga 28,1 persen, orang lewat 2,60 persen. Sementara tim penolong hanya menentukan sekitar 1,7 persen,” kata Arwin.

TRENDING :  DWP Rambah Digital Marketing

Untuk menyiapkan kesiapsiagaan, ke depan, masing-masing kantor ada dibuat struktur kebencanaan. Hal ini penting agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana bisa diatasi sedini mungkin dan meminimalkan jatuhnya korban. “Saat ini belum ada, sehingga nanti ke depan akan kita buat di masing-masing kantor,” tandasnya. (ZA/WH)

TRENDING :  Gubernur Harapkan Penggunaan Dana Desa Transparan

KOMENTAR SEDULUR ISK :