Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 Pertemukan 221 Peraih Super Tiket 8 Kota

oleh
Foto : Peraih Supertiket dari dari Audisi Umum Kota Kudus. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Final Audisi yang berlangsung di GOR Djarum yang memiliki luas 29.450 m2 ini bakal mempertemukan 221 peraih Super Tiket dari Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon, Solo Raya, dan Kudus. Dengan kualitas terbaik yang dihasilkan dari tiap kota, Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 menjanjikan lahirnya bibit pebulutangkis berkualitas super yang diharapkan mampu menjadi penerus tradisi juara dunia bagi Indonesia.

Menurut Ketua Tim Pencari Bakat PB Djarum, Christian Hadinata, para peserta peraih Super Tiket tersebut bakal habis-habisan berjuang mendapatkan beasiswa dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. “Final Audisi Kudus ini akan sangat berat tantangan dan saingan-saingannya. Makanya di setiap kota Audisi Umum sebelumnya saya sering titipkan pesan kepada para pelatih dari atlet-atlet yang akan bertanding di Final Audisi Kudus ini, agar mereka dipersiapkan dengan baik dari segi fisik, teknik, dan non-teknik,” jelas pebulutangkis spesialis ganda peraih gelar juara All-England 1972, 1973, dan 1979 ini

TRENDING :  Layanan Publik RSUD Kudus Diakui Kementerian PAN-RB

Mengenai bakat, lanjut Christian, sudah menjadi perhatian utama di PB Djarum sejak awal Audisi Umum ini digelar. Namun semangat pantang menyerah dan mentalitas juara tetap teratas. “Kombinasi antara bakat dan mental juara yang kami cari,” ungkapnya.

Foto : Peraih Supertiket dari dari Audisi Umum Kota Kudus. (Istimewa)

Sementara itu, Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi mengungkapkan, Sebelumnya para peraih Super Tiket ini wajib melakukan registrasi ulang pada Kamis (6/9/2018) kemarin di GOR Djarum, Jati, Kudus. Mereka, kemudian dibagi berdasarkan kategori usia, yakni U-11 Putri, U-13 Putri, U-15 Putri, U-11 Putra, U-13 Putra, dan U-15 Putra. Di Final Audisi ini para pelatih di PB Djarum akan turun langsung memantau bakat para peserta. Mereka akan mengamati proses seleksi dan bergabung dengan para legenda bulutangkis Indonesia yang menjadi tim pencari bakat PB Djarum.

TRENDING :  Rutan Kudus Peringati HUT ke-73 Dharma Karyadhika, Kuatkan Kinerja dan Sinergitas Bersama

Hari pertama Final Audisi Jum`at (7/9/2018), para finalis mendapatkan kesempatan dua kali bertanding untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan para pelatih PB Djarum. Penampilan mereka di dua pertandingan ini akan menjadi pertimbangan apakah mereka berhak untuk bertanding di hari selanjutnya. Kemudian pada Sabtu (8/9/2018) pagi, para peserta kembali mendapat kesempatan satu kali bertanding. Hasil pertandingan ini akan menjadi penentu mereka untuk melaju ke tahap berikutnya yang akan digelar pada sore hari yang sama.

Selanjutnya, Minggu (9/9/2018), para finalis akan menjalani pertandingan terakhir mereka sebelum para pelatih PB Djarum memutuskan siapa yang layak untuk melaju ke Tahap Karantina. Mereka yang lolos akan langsung menjalani Tahap Karantina yang akan digelar pada 10 hingga 15 September 2018. Selama karantina, mereka akan menjalani sistem latihan serta pertandingan yang telah diterapkan oleh para pelatih PB Djarum. Penilaian tidak hanya dari kalah atau menang saja, namun juga mencakup kelebihan teknik yang dimiliki para atlet muda ini. “Apabila mereka memiliki kelebihan dari pada atlet-atlet yang kita miliki di PB Djarum, kemungkinan besar akan kita terima,” katanya.

TRENDING :  Para Atlet, Perebutkan Medali di Ajang Porprov Se-Jateng

Dalam karantina ini, para atlet muda ini akan berpisah dengan orangtuanya dan menjalani keseharian di asrama PB Djarum. Kedisiplinan dan kehidupan mereka sehari-hari dipantau secara langsung oleh para pelatih.

Setelah lolos Tahap Karantina, mereka yang berhasil dinyatakan bergabung bersama PB Djarum akan segera memasuki asrama dan berlatih sebagai atlet PB Djarum. Selain mendapatkan pelatihan dari para pelatih berpengalaman di PB Djarum, mereka juga akan mendapat fasilitas terbaik dalam program beasiswa bulutangkis ini. Termasuk di dalamnya adalah kesempatan bertanding di turnamen nasional dan internasional. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :