Fosil Gading Gajah Raksasa Stegodon Berhasil Di Rekonstruksi Tim Pelestari Patiayam

Fosil Gading Gajah Raksasa Stegodon Berhasil Di Rekonstruksi Tim Pelestari Patiayam

KUDUS, isknews.com – Fosil sepasang gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus) yang ditemukan di kawasan Situs Patiayam, sekitar tujuh hari yan lalu (3/9), kini masih dalam perawatan atau konservasi oleh Tim Pelestari Situs Patiayam. Saat ditemukan kondisi sepasang gading gajah purba berukuran masing-masing 2 meteran, diameter sekitar 20 cm itu, kelihatannya masih utuh. Namun setelah dilakukan penggalian, menjadi terpotong-potong, menjadi 10 dan 8 bagian dengan ukuran bervariasi.

Jamin, anggota Tim Pelestari Patiayam, membenarkan hal itu. Dihubungi isknews.com, di ruang konservasi di Museum Purbakala Patiayam, Rabu (9/9), di menerangkan, untuk kepentingan perawatan, fosil sepasang gading gajah purba itu memang kini sudah diamankan di museum tersebut, dari tempat ditemukannya pada 3 September 2015 lalu, di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, yang dalam peta Zona Situs Patiayam, termasuk dalam Formasi Kedungmojo atau Plestosen Tengah.

TRENDING :  Dikhawatirkan Jadi Sarang “Uka-uka” Eks Polsek Cendono Akan Dibongkar

Diceritakan mengenai kronologis penemuan fosil tersebut, di kawasan galian C Desa Tanjungmojo. Saat itu, salah seorang pekerja, Santosa, 45 tahun, warga Dukuh Slalang, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, sedang menggali tanah urug dengan menggunakan bego. Saat bego diangkat, di permukaan tanah bekas galian, tampak sebuah benda yang meskipun hanya terlihat sebagian, diduga benda itu adalah fosil gading gajah.

TRENDING :  Tunggu Jawaban BPSMP Sangiran Pemberian Tali Asih Penemu Fosil Patiayam

“Mengetahui adanya fosil tersebut, penggalian pun dihentikan, dan memberitahukan kepada warga masyarakat setempat, dan kemudian melaporkan adanya temuan tersebut ke Museum Patiayam,” tutur Jamin

Dengan membawa peralatan yang diperlukan, Jamin dan dibantu sejumlah anggota Tim Pelestari Patiaayam, meluncur ke tempat ditemukanya fosil tersebut. Dan setelah penggalian dengan hati-hati dan memakan waktu, fosil gading itu berhasil diangkat, dan ternyata jumlahnya ada dua atau sepasang, dalam kondisi terpotong-potong menjadi 10 dan 8 bagian.

TRENDING :  Al-Qur’an Raksasa di Masjid Agung Kudus

“Karena saat ditemukan dalam kondisi tidak utuh, belum diketahui ukuran panjang dan diameternya. Barulah setelah dibawa ke Museum Patiayam dan dilakukan pengukuran, diketahui panjang fosil gading gajahpurba itu masing-masing sekitar 2 meteran, dengan diameter atau garis tengah pada pangkalnya sekitar 20 cm,” jelas Jamin, yang sudah sejak 2003 menjadi tim pelestasi Patiayam. (DM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post