Gagal Daftar Perangkat, Warga Protes Panitia

oleh
Foto: Suasana audensi warga dengan panitia pengisian perangkat desa di Balai Desa Batureja, Selasa (13-03-2018).

Pati, ISKNEWS.COM – Belasan warga Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, pada Selasa pagi (13-03-2018) mendatangi balai desa setempat. Kedatangan warga tersebut untuk melakukan aksi protes kepada panitia pengisian perangkat desa, karena diduga telah melakukan pelanggaran dalam melaksanakan tahapan penjaringan calon perangkat.

“Kedatangan kami untuk meminta penjelasan kepada panitia pengisian perangkat desa karena dirasa telah bersikap tidak adil. Mereka sudah menghalangi hak warga untuk mencalonkan diri menjadi perangkat desa,” kata Sumadi salah seorang warga yang ikut aksi.

Menurut Sumadi, ketidakadilan panitia adalah telah menolak Budi Krisnanto yang merupakan warga asli desa setempat, untuk mengikuti ujian seleksi pemilihan perangkat desa, dengan alasan kelengkapan berkas syarat pendaftaran belum lengkap.

Sumaidi menjelaskan, saat itu, Baidi ayah Budi Kristianto ingin mendaftarkan anaknya untuk ikut tes pengisian perangkat desa, pada Sabtu (17-02-2018) lalu, kebetulan hari itu menjadi hari terakhir masa pendaftaran. Karena yang bersangkutan belum mempunyai SKCK dan surat pernyataan dari Pengadilan Negeri Pati tidak pernah dipidana, maka panitia mengatakan jika Budi Kristianto tidak bisa mendaftar.

TRENDING :  Sukses Upacara Pembukaan TMMD, Hari ini Kodim 0722 Kudus Gelar rapat Persiapan Penutupan TMMD

Dengan kejadian itu, Sumaidi menyesalkan tindakan pantia, harusnya panitia tetap menerima pendaftaran calon yang bersangkutan, sedangkan untuk berkas yang masih kurang bisa disusulkan pada hari berikutnya.

“Apalagi saat itu hari Sabtu, kantor Pengadilan Negeri tutup, jadi tidak mungkin saudara Budi Kristianto bisa mengurus berkas yang dibutuhkan pada hari itu juga. Harusnya panitia dapat memberikan kebijakan dengan menerima pendaftaran saudara Budi, bukankah dalam tahapan seleksi selanjutmya ada waktu bagi calon perangkat untuk melengkapi berkasnya yang belum lengkap ,” tegas Sumaidi.

Sementara itu, pihak panitia pengisian perangkat Desa Baturejo melalui Wakil Ketua panitia Haryanto, menolak jika dituding telah melakukan pelanggaran, apalagi menghalangi hak warga untuk ikut mendaftar seleksi pengisian perangkat desa.

Menanggapi tuduhan itu, Haryanto mengatakan, pihaknya telah bekerja berdasarkan petunjuk teknis dan pelakasanaan tahapan penjaringan perangkat desa, dan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dari proses awal tahapan pengumuman selama tiga hari dan proses pendaftaran calon selama tujuh hari sudah kita lakukan secara terbukan dan transpran, kalau kita dituduh melakukan pelanggaran dan ada main-main itu tidak benar. Apalagi kalau panitia menolak calon itu juga tidak benar,” kata Haryanto.

TRENDING :  Di Kuwawur Satu Rumah Hangus Terbakar

Lebih jelas dia menceritakan, bahwa panitia tidak pernah menerima berkas pendaftaran atas nama Budi Kristianto selama proses pendaftaran. Namun dia membenarkan, jika ayah dari yang bersangkutan memang pernah datang ke balai desa untuk mengambil formulir, namun hingga Pukul 14.00 WIB batas terakhir pendaftran, formulir itu tidak dikembalikan lagi kepada panitia.

“Bahkan saat itu ketua panitia mengutus anggota untuk datang ke rumah yang bersangkutan, untuk menanyakan jadi atau tidak mendaftar, namun saat itu ibu dari saudara Budi Kristianto menyatakan tidak jadi daftar, karena berkas persyaratannya belum lengkap, hingga jam penutupan berkas yang bersangkutan pun tidak diserahkan kembali,” papar Haryanto.

Dalam aksi protes tersebut sempat berlangsung alot, karena pihak calon yang gagal mendaftar meminta agar panitia pengisian perangkat desa dibubarkan.

Beruntung, suasana yang memanas bisa diredam, setelah pihak Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan ( Camat, Danramil dan Kapolsek ) yang berada di lokasi ikut memberikan penjelasan.

TRENDING :  Tiga Jenazah Korban KM.Mulya Jati Ditemukan, Satu Belum Teridentifikasi

Sementara itu, Kepala Desa Baturejo, Nur Subiakto meminta agar permasalahan ini tidak diperpanjang, karena bisa berpotensi menyulut konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.
Menurutnya, masalah ini hanya salah pemahaman saja dari pihak calon yang gagal mendaftar.

“Hasil dari audensi, pihak panwas kecamatan tidak menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh panitia. Jadi, tahapan proses pengisian perangkat desa bisa tetap dilanjutkan. Pihak yang gagal medaftar alhamdulilah juga sudah legowo, setelah mendapat penjelasan dari pihak desa dan panwas dari kecamatan.” kata Kades Baturejo.

Sekedar diketahui, dalam proses pejaringan perangkat Desa Baturejo yang akan dilaksanakan tahun ini ada sembilan posisi jabatan perangkat desa yang akan diperebutkan. Dari proses pendadtaran, panitia menerima 14 calon yang akan mengikuti seleksi, setelah ditetapkan sebagai calon selanjutnya, panitia akan mengadakan uji publik pada 14 calon yang terjaring, pada Kamis medatang. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :