Gagal Panen Petani Melon Di Dukuh Goleng Rugi Puluhan Juta

Gagal Panen Petani Melon Di Dukuh Goleng Rugi Puluhan Juta

Kudus, isknews.com – Sejumlah petani melon di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mengalami kerugian puluhan juta, akibat tanaman melonnya mengalami gagal panen. Kegagalan itu disebabkan lahan yang digunakan menanam melon, terendam banjir. Luas lahan yang terendam banjir, mencapai sekitar 20 hektare.

Menurut Ketua Paguyuban Petani Melon (PPM) Gopasti (Goleng Pasuruhan Lor/Kidul Jati), H Kasrom, yang dihubungi isknews.com, Kamis (16/2), jumlah petani melon di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, sekitar 370 orang, tersebar di tiga desa, yakni Desa Jati Kulon, Pasuruhan Lor dan Pasuruhan Kidul.
Sedangkan luas lahan yang khusus ditanami melon, total sekitar 50 hektare. Dari lahan sejumlah itu, luas lahan yang sudah digarap dan ditanami, seluas 12 hektare. “Belum banyaknya petani yang menanam melon, dikarenakan cuaca yang ekstrim, yakni hujan yang turun hampir setiap hari, sehingga banyak lahan melon terendam banjir.”

Dia selanjutnya menerangkan, luas lahan yang sudah ada tanamannya dan menunggu saat panen (usia 20 – 40 hari), sekitar 5 hektar, sisanya baru awal masa tanam (usia 2 – 7 hari). Kerugian yang dialami petani, rinciannya, modal yang dikeluarkan petani per hektare, mulai dari pembelian benih, pengolahan lahan, pembibitan, penanaman sampai pemupukan, sekitar Rp 45-50 juta. Dalam kondisi normal, hasil panen setiap hektar mencapai sekitar Rp 130 – 150 juta.

“Keuntungan yang diperoleh petani untuk setiap hektarnya sekitar 70 persen.” Kini dengan adanya bencana banjir itu, petani pemilik lahan yang tanaman melonnya rusak akibat banjir, mencabuti tanaman tersebut untuk ditanami lagi. “Sedangkan yang petani yang sudah terlanjur mengolah lahannya, menunda menanam, sampai cuaca membaik,” kata Ketua PPM Gopasti itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  Diprediksi Merugi Petani Melon Di Kudus Kini Bersuka Ria

Share This Post