Ganjar, Indonesia Tidak Akan Terpuruk Bila Mahasiswa Kritis Dan Terlibat Mencari Solusi

Ganjar, Indonesia Tidak Akan Terpuruk Bila Mahasiswa Kritis Dan Terlibat Mencari Solusi

SEMARANG – Begitu kamu lulus sebagai intelektual yang ahli di bidang perikanan dan kelautan, apa yang kamu kerjakan pertama kali untuk membangun kemaritiman Indonesia?

Pertanyaan tersebut dilontarkan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP kepada salah seorang mahasiswi semester satu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Tri Yuniarti Ambarsari saat menjadi pembicara kegiatan ‘Orientasi Diponegoro Muda Tahun 2015: Aku Cinta Undip’ di Stadion Universitas Diponegoro, Senin (31/8).

“Kekuatan Indonesia terletak pada bidang maritim. Sayangnya, persoalan laut tidak banyak diperhatikan. Oleh sebab itu, saya memulai untuk lebih peduli dengan persoalan maritim,” jawab alumnus SMAN 2 Sorong, Papua itu dengan mantap.

TRENDING :  Peringatan Sumpah Pemuda : Sosial Media Tempat Interaksi Sosial Para Pemuda

Menurut Ganjar, kepedulian para mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa merupakan modal utama untuk mempertahankan eksistensi NKRI di kancah dunia. Meskipun negeri ini tengah didera krisis, Indonesia tidak akan terpuruk apabila para mahasiswa mampu berpikir kritis dan terlibat dalam mencari solusi.

“PR Anda berat. Jika bangsa ini hari ini krisis, apakah perang mata uang atau krisis global, kemudian semua orang marah-marah. Semua orang bicara, apakah kita akan bangkrut? Tapi ingatlah, setiap krisis selalu ada kesempatan,” ujar orang nomor satu di Jawa Tengah itu optimis.

TRENDING :  Pelaku Dugaan Pelemparan Batu Ke Kereta Api Ditangkap Polsuska

Ganjar mencontohkan, mahasiswa Fakultas Peternakan bisa menyusun strategi untuk menciptakan swasembada sapi. Dengan begitu, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri tanpa terus-menerus melakukan impor. Begitu pula mahasiswa Fakultas Pertanian yang dapat menciptakan swasembada kedelai.

“Kita harus mampu berdiri tegak di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi. Soal sapi aja kita nggak pernah beres. Ada yang dari fakultas peternakan? Kamu tanggung jawabnya harus bisa membuat swasembada sapi. Dari fakultas pertanian mana? Kamu harus bisa swasembada kedelai. Kemandirian kita dalam bidang ekonomi harus kita tunjukkan. Kita harus terlibat. Kalau cuma ngomel atau menggerutu, nikmati saja gerutumu itu,” tegasnya.

TRENDING :  BPBD Kudus Sigap Siaga Bencana Di Purworejo

Untuk mengasah kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan negeri, lanjutnya, mereka hendaknya aktif dalam berorganisasi. Sebab, dari situ mereka akan berinteraksi dengan masyarakat sehingga dapat mengetahui apa saja keluh kesahnya.

“Kamu ini anak-anak yang super selected yang mengalahkan sekian banyak pesaing. Gunakan kesempatan dengan baik. Penuhi tanggung jawab akademismu lewat Bapak/Ibu dosen. Kalau bisa berorganisasilah untuk mengasah kekritisan dan emosional agar kalian bisa berhubungan langsung dengan masyarakat, merasakan duka dan deritanya,” pesannya. (HJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post