Ganjar “Jembatan Kalipang Bila Ambles Jalur Nasional Putus”.

Ganjar “Jembatan Kalipang Bila Ambles Jalur Nasional Putus”.

REMBANG – Pembangunan Jembatan Kalipang Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang mendesak dilakukan karena beberapa bagian jembatan kembar itu mengalami kerusakan sehingga rawan ambruk. Apalagi saat arus mudik dan balik Lebaran, jalur tersebut merupakan titik langganan kemacetan arus lalu lintas.

“Jembatan ini kondisi pondasinya sudah banyak tambalan sehingga jika tidak segera dibangun kembali maka akan seperti Jembatan Comal. Untuk itu kami minta kesadaran masyarakat di jembatan itu, untuk merelakan lahannya untuk kepentingan negara,” kata Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP saat meninjau Jembatan Kalipang, Kamis (2/7).

TRENDING :  Jelang Pindah Tugas, Kapolres Rembang Terima Banyak Pujian Dari Bupati

Menurut dia, Jembatan Kalipang berada di jalur utama Semarang-Surabaya, sehingga bila ambles atau ambruk maka jalur nasional putus. Arus lalu lintas kendaraan menjadi tidak terkendali karena di ruas tersebut tidak ada jalur alternatif.

“Tolong warga dikandani. Kondisi jembatan rusak, kalau ambruk celaka semua. Negara sudah siap anggaran agar tahun ini dapat dibangun,” katanya.

Gubernur berharap semua pihak mulai kades, camat, bupati dan Bakorwil turut membantu memberi pemahaman dan pengarahan kepada warga pemilik lahan bahwa pembangunan jembatan untuk kepentingan bersama.

TRENDING :  Puluhan SD Bersaing Gerak Jalan Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke 72

Sementara itu Camat Sarang Eddy Kiswanto menyebutkan terdapat sekitar 10 unit rumah, area tambak, dan lahan kosong yang perlu dibebaskan untuk membangun jembatan. Pihaknya akan berupaya maksimal agar warga yang bersangkutan bersedia melepaskan lahannya untuk kepentingan negara.

“Proyek pembangunan Jembatan Kembar Kalipang terkendala pembebasan lahan. Luas lahan yang harus dibebaskan sekitar 4 ribu meter persegi. Mereka minta uang ganti rugi sebesar Rp 1 juta per meter persegi, sedangkan pemerintah siap mengganti Rp 300 ribu per meter,” terangnya.

Ia membenarkan kondisi jembatan sudah rawan ambruk. Padahal jembatan dengan lebar sekitar enam meter atau dua lajur itu merupakan salah satu titik padat kendaraan. Bahkan saat arus mudik dan balik Lebaran pasti antrean kendaraan mengular hingga puluhan meter.

TRENDING :  Kopi Pangkon Merusak Ciri Khas Budaya Lasem

“Jika kondisi ini terus dibiarkan maka akan memperparah kerusakan dan berpotensi ambles. Jika tidak dapat dilalui maka jalur Semarang-Surabaya terputus,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut gubernur juga meninjau pembangunan jalur lingkar Pati, Jalan Raya Sarang yang merupakan jalur perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta jembatan timbang Sarang.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post