Ganjar : Tumbuhnya Kepercayaan Diri Siswa Akan Tentukan Prestasi Siswa

Ganjar : Tumbuhnya Kepercayaan Diri Siswa Akan Tentukan Prestasi Siswa

Jepara“Sopo sing cinta kabudayan Jawa? Ayo maju.”

Olivia Indah, siswi SMA Negeri 1 Mlonggo antusias maju menjawab tantangan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, saat menyambangi sekolah tersebut pada program Gubernur Mengajar, Kamis (19/1).

Kabudayan Jawa sing kudu diuri-uri apa contone? Coba crita karo konco-koncomu. Nganggo Basa Jawa lho ya,” tambah orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

“Ada Basa Jawa, ada tembang Pak,” jawab Olivia dengan bahasa Indonesia. Dia mengaku tidak terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa karena kedua orang tuanya membiasakan berbahasa Indonesia ketika berkomunikasi di rumah.

Apa sing paling kelingan saka tembang kui? Coba nembango. Coba buktike tresnamu karo kabudayan Jawa,” pinta Ganjar.

BACA JUGA :  Berstatus Jalan Nasional, Jalan Ratu Shima Hanya Diperbaiki Sementara

“Ada dandang gula, pocung, gambuh, maskumambang, pangkur, wijil. Tapi saya nggak bisa nembangnya Pak,” ujar Olivia malu-malu.

Ganjar pun menunjuk siswi lainnya, Ismiya Nur Atika, untuk nembang. Sembari mengingat syair, Ismiya berani nembang Gambuh di hadapan gubernur, guru, dan kawan-kawannya. Meski ada syair yang keliru, Ganjar mengapresiasi Ismiya yang tampil percaya diri. Menurutnya, generasi muda harus percaya diri karena hal itu adalah kunci kesuksesan.

Nek kowe wani, kowe dadi pemenang,” tegas Ganjar.

Menurut Ganjar, kepercayaan diri siswa menentukan prestasi mereka. Kepercayaan diri itu dipupuk melalui proses belajar mengajar yang menyenangkan. Seperti praktik-praktik di kelas yang dikemas secara kreatif. Sehingga siswa berani mencoba dan mudah menyerap materi ajar.

BACA JUGA :  Meriah, Ribuan Warga Ikuti Pesta Lomban di Jepara

Sinau kuwi learning process. Learning process kuwi sing ora ngerti dadi ngerti. Sing ngerti dadi mahir. Mula sinau kuwi sing nyenengke. Sinau nek seneng kuwi langsung makjkeb, nyanthol. Tapi nek sinau ora seneng, sinaune menthal. Kula nderek titip bapak/ ibu guru, ngajar sing asyik. Sing nyenengke,” pesan Ganjar.

Pesan yang disampaikan Ganjar kepada para guru SMAN 1 Mlonggo bukan tanpa alasan. Beberapa waktu lalu, tepatnya Jumat (6/1), Kepala SMAN 1 Mlonggo dikabarkan memberi hukuman fisik kepada para siswa yang terlambat masuk sekolah. Kepala sekolah membiarkan para siswanya berdiri lebih dari satu jam di luar gerbang sekolah yang digembok meski hujan deras mengguyur. Akibatnya, sejumlah siswa pingsan. Menurut Ganjar, upaya pihak sekolah untuk mendisiplinkan siswa tidak harus melalui hukuman fisik.

BACA JUGA :  Pemprov Serius Akan Tertibkan PETI (Penambangan Tanpa Ijin) Di 36 Lokasi Tambang Liar Di Jawa Tengah

“Belajar mengajarnya harus lebih baik dan anak-anak menjadi ceria. Sekali lagi, saya ingin mengembalikan suasana itu biar mereka yakin, percaya diri, dan konsentrasi,” tegas Ganjar. (HJT)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post