Gebyar Kupatan Kesambi Kudus Jadi Rekreasi Naik Perahu Bagi Anak

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Gebyar kupatan di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, menjadi ajang rekreasi naik perahu setahun sekali khususnya bagi anak kecil. Hal itu tak terlepas dari kondisi geografis Kabupaten Kudus yang tidak memiliki laut, sehingga fasilitas perahu yang disediakan menjadi sesuatu yang langka bagi warga sekitar.

Ketua Karang Taruna Yodha Deshi Kesambi Dwi Anto Setiawan mengungkapkan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun atau tepatnya dilaksanakan pada tujuh hari setalah Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Kudus biasa menyebut “bodho kupat” atau lebaran ketupat.

“Biasanya acara ini dilaksanakan pemerintah desa setempat, tetapi selama dua tahun ini setelah dibentuk Karang Taruna Yodha Deshi, kepanitiaan diambil alih karang taruna,” ujarnya.

TRENDING :  Pelayanan Amburadul BPJS Kesehatan Kudus

Salah satu yang menjadi andalan sebagai sumber pemasukan adalah praon yaitu naik perahu menyusuri Sungai Piji sepanjang 1,5 kilometer. Satu kali naik dikenakan biaya Rp 10 ribu per orang, baik dewasa maupun anak dikenakan tarif sama.

Tahun ini, lanjut Wiwit, praon menyewa dua perahu dari Tayu, Pati. Masing-masing perahu sekali sewa dikenakan tarif Rp 1.750.000. “Praon dimulai pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB,” imbuhnya.

Ditambahkan, sebelum pelaksanaan praon dilakukan doa bersama di masjid. Tujuannya untuk meminta keselamatan dan kelancaran kepada sang pencipta. Setalah dilakukan dia bersama, baru dimulai acara praon. Para pengunjung antre satu per satu untuk bisa naik ke perahu.

TRENDING :  Lagi, Jembatan Ambrol Diterjang Banjir

“Setiap perahu dibatasi maksimal 30 orang apabila penumpangnya anak kecil semua. Tapi apabila campur, ada orang tua yang mendampingi dibatasi maksimal 25 orang,” paparnya.

Praon dimulai dari selatan jembatan 1 Kesambi, menuju ke selatan hingga masjid kemudian memutar ke utara hingga jembatan perempatan Brayung dan kembali lagi memutar hingga finish di utara jembatan 1 kesambi.

Dari praon ini penumpang yang naik mencapai 1.000 orang, hampir dama dengan tahun lalu 1.100 orang. Disinggung terkait keselamatan penumpang, Wiwit mengatakan pihaknya menyiagakan 10 panitia di sepanjang rute praon. Mereka bertugas mengawasi dan berjaga-jaga mengantisipasi apabila terjadi insiden.

TRENDING :  Lilin Terjatuh Saat Pemadaman Listrik, Akibatkan Rumah Terbakar

Panitia juga dibantu personel BPBD Kudus yang juga bersiaga masing-masing satu orang di setiap kapal. Anggota BPBD Kudus juga bersiaga dengan membawa dua perahu karet di sepanjang sungai.

Sementara itu salah seorang pengunjung Cipto memberi masukan kepada panitia. Dia berharap panitia lebih menambah keselamatan penumpang tahun depan. “Setidaknya minimal ada pelampung bagi penumlang, jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan seperti insiden Danau Toba yang terjadi baru-baru ini,” katanya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :