Gebyar Pasar Wisata Bulusan, Angkat Potensi Lokal Warga Desa Hadipolo

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Gebyar pasar wisata Bulusan Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo telah resmi di launching hari ini. Peresmiannya dilakukan di tanah lapang utara Masjid Al-Hidayah, dukuh sumber Rt 5 Rw 5, Minggu (13-5-2018) pagi.

Peresmian dihadiri Camat Jekulo, Dwi Yusi Sasepti, Kepala Desa Hadipolo Wawan Setiawan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus yang diwakili Kasi destinasi pariwisata, Erwin Dwi Astuti, segenap tamu undangan, anggota Forum Peduli Kemaslahatan Masyarakat (FPKM) Desa Hadipolo, dan masyarakat sekitar.

ISKNEWS.COM
Berbagai stand menyajikan kuliner khas. (Aris Sofiyanto)

Nur Rohmad, Ketua Panitia acara mengatakan, Kegiatan ini berawal dari keprihatinan warga untuk menciptakan inovasi terbaru guna mengangkat potensi desa Hadipolo yang sudah terkenal luas. “Mbulusan sudah familiar di masyarakat, tentunya kami akan gali potensi lain dan terus berinovasi supaya menarik orang untuk datang,” ujarnya.

TRENDING :  Pencarian Bibit Pemain Basket Muda Unggul Melalui Saloku Cup

Rohmad yang juga Ketua FPKM itu menjabarkan, Konsep pasar wisata ini memberdayakan masyarakat sekitar yang mempunyai jiwa kewirausahaan, pola pokir maju dan berpikir kedepan. “Usaha kecil dan menengah (UKM) beragam kuliner, hasil tangan karya warga, kami ajak bergandengan bersama untuk mewujudkan Pasar Wisata tersebut,” urainya.

Kata Rohmad, Pasar wisata kali ini nantinya akan beroprasi setiap hari, dari mulai sore hari hingga malam hari. Dikatakan lagi, Beberapa bulan sebelumnya, warga yang mempunyai potensi di bidang kuliner juga telah mengikuti pembinaan dan pelatihan kuliner singkat yang diampu langsung oleh Sunipah, Warga Kudus asal Desa Tanjung Rejo. Ia berkompeten falam hal kuliner, terbukti beberapa waktu lalu pernah mengikuti lomba tumpeng se Indonesia dan sekaligus mendapatkan juara dua.

TRENDING :  Patung Perempuan Bawa Tempayan, Visualisasi Legeda Raden Ayu Sunti di Sendang Jodo

Usai diresmikan, warga dan tamu undangan dipersilahkan mengunjungi belasan stand yang berjajar rapi yang menjual beragam pilihan, mulai dari Aneka buah, Makanan berat dan ringan, oleh-oleh khas, Gorengan dan lainnya. “Istimewanya, pada peresmian kali ini, Warga juga bisa mencicipi kuliner khas Lontong Mbulusan secara gratis,” imbuhnya.

“Lontong bulusan tidak seperti biasanya, yang membedakan dsri kebanyakan, makanan tersebut tersaji beralaskan daun jati, lontong diiris berbentuk segitiga, dibasuh dengan sayur siyem, dan opor ayam yang di potong kecil-kecil,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hadipolo, Wawan Setiawan mengaku sangat mengapresiasi ide warganya itu. Pasalnya, tanpa bantuan dari instansi atau dinas terkait, event tersebut bisa berjalan. “Pasar wisata ini Ide dan dana benar-bebar murni dari masyarakat untuk masyarakat,” tegasnya.

TRENDING :  Bea Cukai Kudus Musnahkan 18 Ton Rokok Ilegal

Menurutnya, Selain lontong bulusan, Hadipolo juga terkenal dengan Duku Sumber, disamping itu juga, adanya hasta karya hasil logam dari pandai besi berupa pisau, gunting, cangkul dan peralatan memasak maupun pertanian lainnya.

Ia berharap, Hadipolo nantinya bisa menjadi rintisan desa wisata. Sesuai aturan yang berlaku, bisa disebut kategori rintisan desa wisata harus adanya destinasi wisata yang menarik, salah satunya disini adanya potensi destinasi budaya, yaitu Bulusan yang konon ceritanya mempunyai sejarah yang erat kaitannya dengan Sunan Muria.

Ia menyadari, untuk mencapai itu semua memang dibutuhkan peran dari semua pihak, “Peran itu datang dari pihak pemerintah desa, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan lainnya,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :