Lahirkan Kaligrafer Top Dunia Melalui Gelar Karya & Lomba Kaligrafi

Lahirkan Kaligrafer Top Dunia Melalui Gelar Karya & Lomba Kaligrafi

Kudus, isknews.com – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1438H/2017, Acara Gelar Karya dan Lomba Kaligrafi tahun ini kembali digelar untuk yang kedua kalinya oleh Asosiasi Kaligrafi Arab (AKRAB), pada 17-23 Mei 2017 di Halaman Masjid Agung Kudus.

Acara pembukaan telah dilaksanakan Rabu, (17/5) dan dibuka langsung oleh Kepala Kemenag Kudus H. Noor Badi serta disaksikan para Ulama, Camat, Kaligrafer, pengurus Masjid Agung Kudus, dan para tamu undangan lainnya.

Setelah di buka oleh Kepala Kemenag Kudus H. Noor Badi, pada (17/5) kemarin, masyarakat bisa menyaksikan 50 karya terbaik yang ditempatkan di bawah tenda sebelah utara halaman Masjid Agung Kudus.

Pada acara pembukaan panitia juga memprersilahkan tamu undangan tersebut mencorat coret papan kanvas sebagai simbol diresmikannya pameran gelar karya.

TRENDING :  Persiku Siapkan Strategi Khsusus Redam Ambisi Persikaba
Pada acara pembukaan panitia juga memprersilahkan tamu undangan tersebut mencorat coret papan kanvas sebagai simbol ditesmikannya pameran gelar karya. (Aris Sofiyanto/isknews.com)

Seni kaligrafi yang dipamerkan kali ini mengusung beberapa gaya penulisan kaligrafi pada umumnya, yakni kaligrafi Nashi, sulus, rit’ah, serta gaya kaligrafi pakem yang telah dikembangkan maupun gaya kontemporer.

Awalnya, Kaligrafi Arab atau lebih terkenal dengan ‘khot’ adalah seni tulis-menulis huruf Arab dengan indah. Seni khot pada permulaan masa kelahirannya dipepulerkan di antaranya oleh Ibnu Muqlah. Hanya saja, kaidah, keindahan, serta ragam jenisnya belum sesempurna dan sebanyak sekarang. Kaidah, keindahan, dan unsur-unsur khot lainnya mencapai puncaknya di tangan kaligrafer Hasyim Muhammad al-Baghdady. Kaidah khot yang disusun Hasyim selanjutnya dijadikan standar internasional pada setiap peraduan kaligrafi.

Ketua Umum AKRAB Kudus, Muhammad Noor Syukron Melalui Ketua Panitia Gelar Karya dan Lomba Kaligrafi, Mc Thirozul Akhyar kepada isknews.com mengatakan, digelarnya acara ini sebagai wadah bagi para pelaku, pecinta dan penikmat seni dengan tujuan untuk menggali bakat dan menumbuhkembangkan generasi berprestasi, menyampaikan ayat suci kalam ilahi, serta hadist nabi. Selain itu, sebagai penyambung lidah para ulama dan kyai yang dituangkannya dalam karya seni berupa kaligrafi.

TRENDING :  Juara Provinsi, Febby Akan Maju di Duta Genre Nasional

Diungkapkannya, Selain gelar karya, juga dilaksanakan lomba Kaligrafi se Karesidenan Pati yang diikuti 10 peserta dari tingkat Mts pada Kamis (18/5) dan 20 peserta dari tingkat MA pada Sabtu (20/5).

Lebih lanjut, Pada Jumat (19/5) malam nya setelah jamaah sholat Isya, ada agenda evaluasi karya kaligrafi yang sudah ditempilkan untuk menggali potensi, berbagi ilmu sekaligus mengulas dalam bentuk pengetahuan. Ditambahkannnya, sampai hari kedua, telah terjual 3 Karya Kaligrafi.

TRENDING :  Tata Cara Puasa Syawal

Sementara itu, Kepala Kemenag Kudus H. Noor Badi sangat mengapresiasi setinggi-tingginya dan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Dirinya memaparkan, “Kaligrafi arab yang bersumber pada ayat-ayat Al-qur’an dan sabda rasulullah dalam dalam proses transformasinya menjadi suatu karya seni tidak hanya menyajikan bentuk visual, akan tetapi bermakna sangat mendalam tentang kandungan ayat firman Allah sebagai kalam ilahi,” Jelasnya

Dirinya menambahkan, Adanya gelar karya ini semakin menumbuhkan semangat membaca dan memperdalam isi kandungan Al-qur’an. Disamping itu, “Sebagaimana diketahui, Selain dikenal sebagai kota kretek dan kota Santri, Kudus telah terkenal sebagai kabupaten yang menelurkan ptestasi kaligrafer kelas Nasional bahkan Internasional, dan dengan adanya gelar karya ini, Kudus tetap melestarikan terlebih mempertahankan prestasi tersebut,” harapnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*