Gelar Konser Padi Di Alun Alun Sejumlah Ormas Dan LSM Keberatan

oleh
Salah stau baliho di sudut jalan di Kudus tentang penyelenggaraan konser Padi di Alun alun Simpangtujuh Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sudah agak lama memang alun-alun simpangtujuh Kudus oleh Bupati sebelumnya menjadi arena terlarang bagi penyelenggaraan kegiatan besar apalagi sekelas konser musik dari musisi berskala nasional seperti grup band Padi Reborn.  Rencana Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menggelar Konser Padi Reborn bekerjasama dengan sebuah perusahaan swasta dalam rangka memeriahkan peluncuran squad Liga 3 Persiku 2019 di Alun-alun Simpangtujuh Kudus ternyata ditentang oleh sejumlah Ormas dan LSM.

Mereka adalah Forum Silaturrahim Santri Muda Kudus, Lembaga Ratib dan Shalawat Al-Muhdlor Kudus, Koalisi Pemuda Lintas Lintas Agama Kudus, dan Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik Kudus, serta perorangan atas nama Soleh Isman (50), aktifis yang juga warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Senin (14/01/2019).

Menurut Soleh Isman, dia dan sejumlah Ormas LSM mereka telah menyampaikan surat keberatan terkait penyelenggaraan even tersebut digelar di Alun-alun Simpang Tujuh, Sabtu (19/1/2019) malam dan sudah menyampaikan alasan keberatannya kepada Kepala Kepolisian Resort Kudus.

TRENDING :  Pecut Mobilitas Kerja, Kabag Dan Camat Se Kudus Peroleh Mobil Dinas Baru

“Beberapa poin keberatan kami diantaranya adalah karena diselenggarakan malam hari yang kami nilai rentan terjadinya tindak kriminal dan asusila. Penonton konser yang tidak dikenakan biaya tiket sehingga dikhawatirkan massa membludak. Lokasi konser di dekat Masjid Agung Kudus dikhawatirkan mengganggu aktivitas keagamaan. Terakhir, konser diselenggarakan menjelang Pemilu sehingga ditakutkan jika ada kaitan dengan unsur politis,” jelas Soleh.

Sekretaris Daerah, Sam’ani Intakoris membenarkan ada surat dari LSM yang menolak adanya konser Padi Reborn di Alun-alun Kudus. Mereka beralasan acara tersebut akan mengganggu kondusifitas dan Kekhusyukan ibadah di Masjid Agung karena digelar malam hari mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB.

TRENDING :  Polisi Gerebek Pabrik Miras Terbesar se-Jateng di Prambatan Lor, Begini Tanggapan Bupati Kudus

Di dampingi Ketua Panitia Eko Hari Djatmiko, Sam’ani menyatakan pernyataan sikap sejumlah elemen masyarakat diterima sebagai masukan dan akan menjadi pertimbangan. Pihaknya sudah mengantisipasi melalui koordinasi dengan sejumlah pihak, salah satunya pengurus masjid. “Kami antisipasi, jika ada adzan  tempat yang sama juga sering digelar kegiatan pengajian, wayang serta konser. Pihaknya menginginkan ada keseimbangan kegiatan.

”Harapannya dapat diterima semua kalangan, ini kan sebenarnya juga untuk masyarakat juga yang rindu hiburan seperti ini, tidak ada salahnya,” ucapnya.

Terakhir, dirinya menegaskan pihaknya akan tetap menggelar konser tersebut di Alun-Alun Kudus karena ada beberapa hal yang telah selesai diurus. Hanya, pihaknya akan lebih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya nantinya tidak ada yang merasa dirugikan.

“Nanti maghrib dan isya akan berhenti untuk rehat, launchingnya pun akan dilaksanakan habis isya’, pokoknya nanti kita koordinasi dengan Masjid Agung,” imbuh Sam’ani.

TRENDING :  Diterjang Angin, Rumah Nenek Musripah Roboh

Kegiatan digelar mulai pukul 18.00 hingga 22.00. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat gabungan mulai Polri, TNI, Satpol PP, dan Dishub. Acara digelar dalam rangka launching Tim Persiku dan tasyakuran Kudus memperoleh Adipura.

”Ini bentuk kerjasama dengan swasta, jadi non-APBD,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Saptono, ketika dikonfirmasi menyatakan pemberian izin penyelenggaran konser itu menjadi kewenangan Polda Jawa Tengah (Jateng), pihaknya hanya berwenang untuk membuat rekomendasi saja. Sedangkan yang berwenang untuk perizinan adalah dari Polda Jawa Tengah.

“Karena ini levelnya band nasional, izin harus dari Polda, kita dari Polres hanya buat rekomendasinya,” tandas Saptono. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :