Gelar Operasi Keselamatan Candi 2018 Agar Pengendara Lebih Tertib

oleh
Foto: Anggota Satlantas Polres Kudus melakukan penindakan bagi pengendara yang melanggar lalu lintas. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Polres Kudus melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2018, Senin (05-03-2018). Operasi itu mengambil tema “Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat Dalam Berlalu Lintas Untuk Mendukung Kebijakan Promoter Kapolri Guna Terciptanya Kamseltibcar Lantas di Wilayah Jawa Tengah”.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018 sebelumnya bernama operasi simpatik candi. Perubahan nama itu diambil karena kesadaran berlalu lintas masyarakat sudah menunjukkan peningkatan.

TRENDING :  Diduga Akibat Alih Fungsi Luas Lahan Pertanian Di Kudus Makin Menyusut

“Untuk itu namanya dirubah. Dan pelaksanaan operasi keselamatan ini akan ditekankan 60 persen, berupa teguran dan sosialisasi Undang-Undang Lalu Lintas. Selebihnya akan dilakukan pencegahan dan penegakan hukum,” kata Agusman.

Operasi Keselamatan Candi 2018 digelar 5-25 Maret 2018. Sasarannya di antaranya, pengendara yang melawan arus, tidak memakai sabuk keselamatan, anak di bawah umur, tidak memakai helm, melebihi batas kecepatan, berkendara dalam keadaan mabuk, tidak membawa kelengkapan surat, dan menggunakan ponsel saat berkendara.

Dia menegaskan, operasi keselamatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat yang selama ini sudah mengalami kemajuan. Akan tetapi masih ada juga yang melakukan pelanggaran, terutama pengendara di bawah umur.

TRENDING :  47 SMP Negeri dan Swasta di Kudus Siap Tampung Ribuan Lulusan SD

Disinggung terkait pelanggaran paling mendominasi pada sepanjang 2018, Agusman menjelaskan paling banyak pelanggaran adalah rambu dan marka. Januari 2018 mencapai 689 pelanggaran. Roda dua mendominasi sebanyak 502 pelanggaran, dan roda empat 187 pelanggaran.

“Februari 2018 juga masih sama didominasi pelanggaran marka dan rambu yang didominasi kendaraan roda dua hingga 781 pelanggaran,” terangnya.

Agusman menyebut, masyarakat Kudus sudah cukup tertib dalam berlalu litas. Hanya saja masih ditemukan beberpa pengendara yang kurang menaati aturan. Pihaknya sering menemukan kasus pelanggaran melawan arus yang sangat membahayakan bagi pengendara.

TRENDING :  Sidang Kasus Pembunuhan di Undaan Lor Memasuki Pemeriksaan Tersangka

“Kami harapkan dengan adanya operasi dalam bentuk preemtiv ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara di jalan raya. Hal itu demi keselamatan diri sendiri dan pengendara lain,” tandasnya. (MK/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :