GJL Tuntut Dana Desa Diawasi Lebih Ketat

oleh
GJL Tuntut Dana Desa Diawasi Lebih Ketat
Foto: Aksi warga di DPRD Pati menuntut pengawasan Dana Desa (DD) diperketat, Rabu (5-09-2018). (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati diminta lebih serius dalam mengawal penggunaan Dana Desa (DD). Hal itu disuarakanpPuluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Jalan Lurus (GJL) saat melakukan aksi di depan kantor DPRD Pati, Rabu (5-09-2018). Pasalnya, menurut mereka, selama ini ada banyak temuan penyelewengan penggunaan DD yang dilakukan oleh oknum-oknum desa.

Ada banyak laporan masyarakat terkait penggunaan DD yang tidak sesuai dengan laporannya. Bahkan, menurut coordinator aksi, Sumadi ada juga desa yang tidak transparan dalam membuat laporan DD.

TRENDING :  Terlambat Ajukan Proposal, Anggaran DD Dipotong 30%

“Ini kan tidak benar. Penggunaan dana desa selama ini banyak yang diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu. Maka dari itu, kami meminta kepada pihak yang berwenang untuk mengawasi penggunaan DD tersebut,” tegasnya.

Sumadi mengaku sering menemukan adanya penggunaan DD yang tidak sesuai dengan laporannya. Bahkan, terkesan DD menjadi bancaan oknum yang menjalankan program pengaplikasian DD tersebut.

TRENDING :  Musthofa: Pastikan Negara Hadir di Tengah Para Pengusaha

“Selama ini DD sudah dicairkan dengan jumlah miliaran rupiah, tetapi pengawasannya sangat minim. ini kan sangat lucu. Kami minta, pengawasan harus diperketat. Jangan sampai DD justru menjadi ajang untuk memperkaya diri sendiri,” jelasnya.

Massa yang melakukan aksi mengklaim apa yang mereka lakukan ini sebagai bentuk aspirasi masyarakat. Mereka berharap para pemangku kepentingan memperhatikan apa yang mereka sampaikan.

TRENDING :  Sukarno Meninggal Bunuh Diri, Gara-gara Cek-cok Dengan Istri

“Kami sangat menyayangkan jika aspirasi kami tidak dihargai. Kalau pemkab tidak merespon apa yang kami sampaikan ini, kami akan mengadakan aksi yang lebih besar lagi. Ini adalah kepentingan publik, jadi harus benar-benar dikawal,” pungkasnya. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :