Golongan Darah AB Sangat Langka, Ini Alasannya

oleh
Foto: Golongan AB, langka tapi beruntung. Senin (28-05-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Berdasarkan laporan stok darah di UDD PMI Kabupaten Kudus, Senin (28-05-2018), bahwa stok darah A sebanyak 252 kolf, B 112 kolf, AB 1 kolf dan O 134 kolf. Dari data ini terlihat bahwa, golongan darah AB memiliki stok paling sedikit, yakni 1 kolf.

Humas UDD PMI Kudus, Praptiningsih, mengatakan jika beberapa hari ini, banyak yang membutuhkan golongan darah AB. Sehingga stok untuk golongan darah tersebut di PMI terbilang sangat minim.

“Permintaan kantung darah di PMI, sifatnya musiman. Misalnya saat ini paling banyak di cari golongan A. Lalu beberapa hari kedepan ganti golongan O dan seterusnya. Dan kebetulan beberapa hari ini, masyarakat banyak yang mencari golongan darah AB. Sehingga kini stoknya sangat menipis,” ungkap Prapti, sapaannya, Sabtu (26-05-2018).

Imbuhnya, “Selain itu, golongan darah AB terbilang langka. Karena tidak banyak orang yang memiliki golongan darah AB. Bisa dibilang orang yang memiliki golongan darah ini, termasuk orang yang beruntung.”

TRENDING :  Pemkab Kudus Diminta Buat Perda Pencegahan HIV-AIDS

Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui bahwa perbedaan golongan darah manusia berasal dari ikatan protein dan karbohidrat yang berada di permukaan sel darah merah. Ikatan ini menjadi sebuah penanda yang berukuran miroskopis yang biasa disebut antigen.

Antigen manusia di kelompokkan menjadi 8 golongan yakni A, B, AB dan O, yang masing-masingnya bisa positif dan negatif. Golongan darah A, hanya memiliki antigen A. Golongan darah B, hanya memiliki antigen B. golongan darah AB, memiliki antigen A dan B. Dan golongan darah O, tidak memiliki antigen.

Keempat golongan darah ini digunakan untuk menunjukkan tipe darah yang bisa diterima lewat transfusi. Karena jika pasien menerima tipe darah yang tidak tepat, maka bisa menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh. Sistem imun dalam tubuh akan mengenali antigen asing di permukaan sel darah lalu menyerangnya.

“Jadi, jika golongan darah A mendonorkan darahnya kepada golongan darah B, tubuhnya akan memberi respon imun dengan cara menyerangnya karena dianggap sebagai musuh,” ujarnya.

TRENDING :  Bupati Canangkan Pelayanan Antar Pulang di RSUD dr R Soetrasno Gratis

Menurut penelitian yang dilakukan Stanford School of Medicine, proporsi golongan darah dalam masyarakat adalah O positif 37,4%, O negatif 6,6%, A positif 35.7%, A negatif 6,3%, B positif 8,5%, B negatif 1,5%, AB positif: 3,4% dan AB negatif 0.6%. Nilai prosentase ini dapat berubah pada masing-masing wilayah.

Namun, dari data tersebut terlihat jika prosentase golongan darah AB di masyarakat memang paling sedikit dibandingkan golongan darah lainnya. Meskipun setiap orang mewarisi satu gen untuk tipe darah tertentu, tetapi untuk menghasilkan tipe AB dirasa cukup sulit.

“Misalnya, orang dengan golongan darah A bisa mewarisi gen A dari kedua orangtuanya atau gen A dari salah satu orangtuanya. Bisa juga ia mewarisi gen O dari kedua orang tuanya, sehingga ia memiliki golongan darah O. Golongan darah B juga begitu,” katanya.

TRENDING :  Iuran BPJS Perangkat Desa Tak Dibayarkan

Dilanjutkannya, “Orang dengan golongan darah AB, mewarisi gen A dari Ayah atau Ibunya dan gen B dari Ayah atau Ibunya. Pernikahan antara golongan darah A dan B termasuk kecil. Sehingga kemungkinan kombinasi tipe AB juga rendah.”

Sehingga pemilik darah AB adalah orang yang langka dan beruntung. Meskipun jumlahnya terbatas, pemilik golongan darah AB memiliki keuntungan yakni dapat menerima donor dari semua tipe darah. Tak heran jika, tipe darah AB disebut penerima universal.

“Dengan kata lain, walaupun stok darah AB di PMI sangat minim, yakni hanya 1 kolf. Namun, mereka masih bisa menerima donor darah dari golongan darah A, B dan O. Sehingga stok tersebut masih dibilang aman,” pungkasnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :