Grebek Besar di Demak

oleh

demak_isknews.com – Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak. Tradisi Grebeg Besar Demak ini berlangsung setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijah saat Idul Adha. Dimeriahkan dengan karnaval kirap budaya yang dimulai dari Pendopo Kabupaten Demak hingga ke Makam Sunan Kalijaga yang terletak di Desa Kadilangu, jaraknya sekitar 2 kilometer dari tempat mulai acara. Prosesinya pun cukup panjang dan memakan waktu, dari mulai tgl 8 dzulhijjah penjamasan pusaka peninggalan, kemudian dilanjut tanggal 9 tebah/resik resik/ bersih bersih, kemudian pada puncak acara yaitu tanggal 10 dzulhijjah penggantian luwur sunan kalijaga.

Grebeg Besar merupakan upacara tradisional yang mempunyai nilai ritual keagamaan bagi warga masyarakat Kabupaten Demak untuk menyambut datangnya hari raya Lebaran Haji pada setiap tanggal 10 Zulhijah. Grebeg pertama kali diadakan untuk memperingati hari jadi Mesjid Demak yang dibangun oleh Sunan Kalijaga bersama Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Ampel dengan potongan-potongan kayu atau tatal dalam tempo sehari. Pada waktu itu merupakan satu-satunya mesjid di Jawa.

TRENDING :  Ingin Bawa Persiku Promosi Liga 1, Begini Cara Tamzil Dapat Dana
TRENDING :  Bak Sampah di Pasar Tradisional Kudus Sebagian Besar Tidak Layak

kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh para pedagang untuk berjualan di sekitar masjid sehingga akhirnya kini dikenal masyarakat sebagai grebek besar yang ada setiap bulan besar/ dzulhijjah. Para pedagang yang memanfaatkan kesempatan ini ditempatkan di taman parkir tembiring dan berlangsung selama 20 hari, dari mulai tanggal 8 hingga tanggal 27 september kemarin. Acara yang di dominasi oleh para pedagang sovenir, makanan serta berbagai hiburan ini sungguh sangat menarik para pengunjung lebih lebih para pemuda dan anak anak.

TRENDING :  14 SMP Di Kudus Beradu Lomba Tata Upacara Bendera & Baris-Berbaris, Siapa Juaranya?

L_R

KOMENTAR SEDULUR ISK :