Gotong royong,di GKI tak usang karena jaman

masihkah nilai gotong royong tertanam dalam kehidupan kekinian atau modern??? Jawabnya, masih, kita lihat kehidupan diperumahan Griya Kusuma Indah Rendole Muktiharjo Pati.warga perumahan Griya Kusuma Indah dalam setiap kesempatan disaat ada kegiatan selalu dikerjakan dengan gotong royong. misal, minggu pagi 07/08/16 warga GKI ketika membuat gapura, mereka kerjakan dengan bersama sama.dengan kesadaran seluruh warga guyub rukun saling bahu membahu menyelesaikan pembuatan gapura.

 Menurut salah satu warga Yitna mengatakan “Andai kita berbicara masa lalu, mudah sekali menemukan budaya gotong royong dalam berbagai bentuk. Mulai dari kerja bakti yang seringkali dilakukan warga masyarakat setiap satu minggu sekali hingga budaya gotong royong antar umat beragama. Budaya gotong royong adalah identitas nasional. Karenanya, budaya gotong royong seharusnya terus dijaga supaya terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari”

Baca Juga :  SMP 4 Kudus Laksanakan Pelepasan Siswa Kelas IX

Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya. Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan. (Wr)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?