Gubernur : Belum Ada Satupun Pengusaha Yang Meminta Penangguhan UMK

by

Semarang – Pasca ditetapkannya UMK 2016 pada 20 November lalu, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menyampaikan belum ada pengusaha yang mengajukan penangguhan UMK.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat menghadiri Konvensi Gugus Kendali Mutu Provinsi Jawa Tengah di Oak Tree Hotel, Selasa (24/11).

TRENDING :  Gubernur : Libur Idul Adha, Tol Brexit Siap Atasi Lonjakan Kepadatan Arus Lalu Lintas

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah Dra Wika Bintang MM membenarkan pernyataan gubernur. Wika menjelaskan, belum ada pengusaha yang meminta penangguhan UMK tapi ada satu perusahaan garmen asal Korea di Wonogiri yang menyatakan keberatan. Perusahaan tersebut keberatan karena merupakan perusahaan baru yang berencana merekrut 14 ribu tenaga kerja pada tahun depan. Saat ini, perusahaan itu baru memiliki 700 tenaga kerja.

“Mereka keberatan karena sedang on the job training. Jadi belum produksi. Saya minta untuk mengajukan usulan penangguhan kepada Bapak gubernur karena (saat ini sifatnya masih) lisan,” terangnya saat mendampingi gubernur.

TRENDING :  Mendiknas, Anjurkan Sekolah Adakan Ekstrakurikuler Budaya Asli Indonesia.

Untuk mengajukan usulan penangguhan, lanjutnya, pengusaha harus menyampaikan surat permohonan itu paling lambat sepuluh hari sebelum pelaksanaan UMK 2016 pada 1 Januari mendatang. Usulan penangguhan pun harus didasari kesepakatan antara serikat pekerja dan pengusaha.

TRENDING :  Jateng Peroleh Penghargaan Dari KPK Dalam Puncak Peringatan Festval Anti Korupsi 2015
KOMENTAR SEDULUR ISK :