1

Gubernur : Libur Idul Adha, Tol Brexit Siap Atasi Lonjakan Kepadatan Arus Lalu Lintas

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran kepolisian dan pihak terkait lainnya siap mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas pada libur panjang Idul Adha ini. Termasuk mencegah kemacetan parah yang bisa saja terjadi di gerbang tol Brebes Timur (Brexit) seperti yang terjadi saat Lebaran lalu.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengungkapkan usai evaluasi Lebaran, pihaknya telah membentuk panitia mudik Lebaran 2017 mendatang. Rencananya, tim tersebut akan diujicobakan pada libur Natal dan tahun baru. Namun, berdasarkan diskusi dengan Menteri Perhubungan RI, kinerja panitia mudik akan diuji coba pada libur Idul Adha ini.

“Kita sudah menyiapkan personel, sistem informasi termasuk peralatan yang disiapkan Telkom. Beberapa titik penting sudah kita siapkan antisipasi,” beber gubernur, usai membuka Sekolah Jurnalistik PWI Provinsi Jawa Tengah di Aula Fakultas Hukum Unissula, Jumat (9/9).

Baca Juga :  Update Korban Bencana Longsor Gumelem Kulon Banjarnegara

Di tol Brexit, imbuhnya, sudah disiapkan traffic counting. Jika antrean kendaraan sudah mencapai lima kilometer, akan dibelokkan dan dicarikan jalan keluar. Tentunya akan ada petugas dari kepolisian yang melakukan patroli. Untuk mencegah adanya pengguna jalan yang terjebak kemacetan sampai kelaparan atau sakit, pihaknya bekerja sama dengan PMI dengan meminjam helicopter ambulans. Sehingga, mereka dapat segera dievakuasi dan meminimalisasi risiko kematian. Bantuan kesiapsiagaan helicopter untuk evakuasi pengguna jalan juga akan dimintakan dari SAR, polisi, maupun TNI.

“Menteri (Perhubungan) sudah bilang, untuk lalu lintas, koordinasi full dengan kepolisian. Kami juga akan membuat tim bayangan, pembinanya saya, pelaksana hariannya Pak Sekda. Jadi Pak Sekda uang mengontrol, mengorganisasi, dan tekad kita untuk membantu kepolisian mengatasi soal itu,” ujar Ganjar.

Baca Juga :  Sosialisasi E-Katalog Bantu SKPD Berikan Pemahaman Terkait Pengadaan Barang Dan Jasa

Problem kekurangan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi saat arus mudik dan balik Idul Fitri lalu, diantisipasi melalui kerja sama dengan Pertamina. Di setiap pom bensin, diharapkan ada personel dari Pertamina yang mengatur para pembeli BBM. Jangan sampai ada mobil yang menempel di badan jalan dan berisiko mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Pasar tumpah dan utern yang berpotensi mengganggu lalu lintas tak luput dari perhatian gubernur. Pihaknya bekerja sama dengan bupati/ wali kota yang berada di jalur utama untuk menempatkan personel di titik-titik rawan.

“Hari ini kita sudah jalan. Kita kasih nomor kontak melalui satu nomor yang bisa dipakai untuk SMS, WhatApps, atau call center (08112790123). Sehingga kita harapkan terjadi interaksi. Kalau dulu kan cuma memonitor saja. Tapi sekarang kita tahu ada soal itu dan bisa pastikan siapa kamu, di mana kamu, bagaimana kondisimu pertama. Ini pola interaktif yang diujicobakan hari ini,” terang Ganjar.

Baca Juga :  Rakor Alih Kewenangan Bidang Pendidikan Menengah Dari Kabupaten/Kota Ke Provinsi

Mengingat malam ini perkiraan puncak arus “mudik”, gubernur memerintahkan timnya untuk langsung bekerja dengan kerja sama yang solid. Website www.mudikgayeng.com juga langsung diaktifkan. Prinsipnya, semua kemungkinan sudah disiapkan, termasuk fasilitas umum.

“Tapi ketika nanti semua memilih lewat Brexit, ya siap-siap macet juga. Macet itu menurut saya bagian yang asyik juga dalam mudik. Jadi jangan dibikin stres. Nikmati saja,” tandasnya.(HJ)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?