Gubernur : Masih Ada Budaya Pungutan Liar Di Samsat

by
ISKNEWS.COM

Semarang – Komitmen nasional diperlukan untuk mengubah budaya ‘lung-lungan’ (pungutan liar) yang ada di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Sebab, meski sudah dilakukan inovasi untuk memberikan layanan terbaik, tradisi ‘lung-lungan’ masih saja terjadi.

“Unsur PNS di Samsat alhamdulillah sudah bagus. Beberapa Samsat sudah punya inovasi-inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik. Tetapi saya kecewa sampai sekarang karena kalau saya nongkrong di tempat cek fisik, ada yang ‘lung-lungan’ langsung, ada yang dikoordinir. Bayarnya pun tidak di situ, tapi di tempat lain. Tanpa syarat tertentu, mereka lolos untuk diproses. Kelihatannya perlu komitmen nasional untuk mengubah ini,” beber salah seorang tim penilai Samsat Idol Agus Priyanto saat berdialog dengan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP di Rumah Dinas Puri Gedeh, Kamis (10/12).

Agus menambahkan, proses pengurusan plat kendaraan dengan ‘nomor cantik’ juga berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi oknum tertentu.

TRENDING :  Gara - Gara Ambil Pepaya Deket Jalan Tol, Seorang Bocah Hendak Menolong Terpleset dan Tenggelam

Ganjar sependapat dengan Agus. Dirinya tidak memungkiri bahwa masih terdapat oknum dari instansi lain yang menarik pungutan liar saat cek fisik kendaraan berlangsung. Ganjar mengaku sudah menyampaikan penyimpangan tersebut kepada kepolisian.

TRENDING :  Pemprov Serius Akan Tertibkan PETI (Penambangan Tanpa Ijin) Di 36 Lokasi Tambang Liar Di Jawa Tengah

KOMENTAR SEDULUR ISK :