Gubernur : Optimalkan Pemanfaatan Dana Desa Untuk Perlindungan Perempuan Dan Anak

by
isknews

Semarang – Isu tentang anak dan perempuan seringkali terpinggirkan. Kekerasan seksual yang menimpa anak dan perempuan misalnya, faktanya tidak sepenuhnya mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat. Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP sangat prihatin dengan kondisi ini.

“Saya berbahagia karena forum ini cukup ramai, meskipun tidak populer (dibanding isu lainnya). Berapa orang yang menjadi korban kekerasan seksual? Nggak ada yang tahu. Pelecehan seksual anak itu pelakunya orang yang dikenal kok. Ini problem sangat serius. Ruang-ruang sunyi ini bisa kita ‘meriahkan’ sehingga menarik kepedulian banyak orang,” imbaunya saat menghadiri acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyelenggaraan Akses Perempuan dan Anak Korban Kekerasan terhadap Sistem Peradilan Pidana Terpadu di Jateng dan Dialog Interaktif Optimalisasi Pemanfaatan Dana Pembangunan Desa untuk Program Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah di Crowne Plaza Hotel, Selasa (17/11).

Berdasarkan data Badan Perlindungan Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 melalui pelayanan terpadu, jumlah korban kekerasan di Jawa Tengah mencapai 2.086 kasus. Kasus terbanyak adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 28 persen, perkosaan atau kekerasan seksual sebanyak 22 persen. Lainnya sebesar 50 persen antara lain kasus penelantaran, tindak pidana perdagangan, eksploitasi kaum perempuan dan anak. Karena itu, Ganjar menilai partisipasi anak dan perempuan dalam menyusun kebijakan untuk anak dan perempuan sangatlah penting. Anak dan perempuan yang tinggal di desa harus diajak menyuarakan kebutuhan mereka agar dapat dianggarkan melalui dana desa.

TRENDING :  Kajati Jateng : Garansi Pejabat Untuk Jangan Takut Ambil Keputusan Selama Niatnya Baik

KOMENTAR SEDULUR ISK :