Gubernur : Rutin Bersepeda Sayangi Jantung

Semarang – Meski Minggu pagi (13/11) itu matahari mulai meninggi, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dan sejumlah pegiat komunitas bersepeda tidak melambatkan kayuhan sepeda mereka. Usai memimpin Apel Akbar Jajaran Kesehatan se-Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Tri Lomba Juang, Ganjar mempercepat laju gowesnya menuju Patra Jasa Hotel. Sebab, ia akan menjadi pembicara pada acara Seminar Nasional Keperawatan dan Pelantikan Pengurus Ikatan Ners Kardiovaskular (Inkavin) Jawa Tengah bertajuk “Explore Management of Chronic Heart Failure to Patient Living Survive in All Level Heart Facilities”.

Ya, selain renang, bersepeda menjadi salah satu olahraga favorit Ganjar untuk mengisi waktu luangnya. Bahkan, setiap akhir pekan dirinya berusaha menyempatkan diri gowes bersama keluarga dan rekan-rekannya. Selama tiga tahun rutin bersepeda, Ganjar mengaku tubuhnya semakin bugar. Ganjar pun mengisahkan pengalaman pertamanya saat berlatih gowes di jalan menanjak kepada para peserta seminar. Saat itu, Ganjar mengayuh sepedanya di tanjakan Gombel yang rutenya cukup panjang. Ganjar heran ketika ada seorang laki-laki berusia senja yang mendahuluinya dengan sangat mudah tanpa wajah kelelahan sekalipun.

Baca Juga :  Porkab Kudus tahun 2015 digelar 21 - 30 November

“Suatu ketika saya lagi belajar bersepeda di Semarang naik Gombel. Wah berat. Tiba-tiba ada orang nyalip di sebelah kanan saya. Permisi Pak, monggo. Orangnya jenggotan, rambutnya putih kayak saya, sudah tua. Sepedanya juga tidak lebih baik dari sepeda saya. Sampai atas itu si bapak masih ketawa-ketawa, ngajak ngobrol saya. Saya membatin, asem ik. Saya sudah ngos-ngosan masih diajak ngobrol. Begitu di pom bensin saya tanya ternyata usia bapak 71 tahun. Masya Allah,” kenang Ganjar takjub.

Bapak itu mengaku terbiasa bersepeda setiap hari. Sehingga meski usianya tak lagi muda, dirinya tetap fit beraktivitas. Ganjar juga bercerita pengalaman salah seorang pegiat komunitas sepeda. Meski mengalami sumbatan pada jantung, rekannya itu sanggup bersepeda secara rutin.

Baca Juga :  BPBD Kudus Sigap Siaga Bencana Di Purworejo

“Cerita lainnya, di komunitas bersepeda ada orang yang tiba-tiba sesak. Jantung katanya. Alhasil, orang itu masuk rumah sakit. Kok agak sakit ya, katanya. Lalu dicek. Ternyata di jantungnya itu sumbatannya banyak. Kata dokter, harusnya kamu sudah mati lho. Dia yang sakit itu menjelaskan kepada saya. Pak saya itu setiap hari berolahraga maka banyak pembuluh darah alternatif. Jadi ketika yang pembuluh utama tersumbat, pembuluh alternatif itu ada. Dia merasa jantungnya sehat. Dia nggak merasa sakit apa-apa,” bebernya.

Pengalaman dari orang-orang yang pernah ditemuinya, membuat Ganjar berkomitmen untuk rutin berolahraga, meski tugasnya sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah begitu padat. Menurut Ganjar, berolahraga merupakan salah satu kampanye kesehatan dari sisi hulu. Karena berolahraga merupakan bukti bahwa manusia mencintai kesehatan tubuh dan jiwanya.

Baca Juga :  SMPN 3 KUDUS SATU-SATUNYA SMP YANG MEMPUNYAI EKSTRAKULIKULER HOKI

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional Keperawatan dan Pelantikan Pengurus Ikatan Ners Kardiovaskular (Inkavin) Jawa Tengah Wiwid Widiyan Tri Perwiranto SKep Ns mengatakan penyakit jantung selama ini menjadi momok bagi masyarakat sebagai faktor pembunuh potensial.

“Kami perawat membuat komunitas yang mengedukasi bagaimana cara untuk mencegah penyakit jantung,” terangnya. (HJT)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?