H-5 Lebaran Kendaraan Angkutan Barang Dilarang Beroperasi

H-5 Lebaran Kendaraan Angkutan Barang Dilarang Beroperasi

Jateng, isknews.com – (21/6) Dalam rangka peningkatan dan kelancaran arus lalu lintas serta peningkatan keselamatan pengguna jalan pada masa angkutan lebaran tahun 2016/2017, pada tanggal 01 Juli 2016 (H-5) pukul 00:00 wib hingga 10 Juli 2016 (H+3) pukul 24:00 wib kendaraan angkutan barang dilarang beroperasi.

Hal ini tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Rabu, (08/06) kemarin Nomor SE 22 Tahun 2016 dimana dalam larangan kendaraan angkutan barang tersebut berlaku pada kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan (truk tempelan), kereta gandengan (truk gandeng), kendaraan container, dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua yang beroperasi di jalan nasional (jalan tol dan non tol) serta jalur wisata di 14 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

TRENDING :  (Pekan Ilmiah Biologi Terpadu)

IMG_20160616_173251

Meskipun kendaraan angkutan barang dilarang beroperasi, namun tidak semua angkutan barang dilarang beroperasi ada beberapa kendaraan yang boleh beroperasi pada H-5 hingga H+3 itu berlaku pada kendaraan seperti Kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM), Kendaraan Bahan Bakar Gas (BBG), kendaraan ternak, kendaraan bahan pokok, kendaraan pupuk, kendaraan susu murni, kendaraan barang antaran pos, barang ekspor/impor, dan kendaraan motor untuk angkutan mudik gratis.

TRENDING :  Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo Reami Dinobatkan SebagaiPaku Alam X

Terkait dengan surat edaran tersebut yang disebarkan kepada Kementerian Perhubungan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kemterian PUPR, dan Dinas yang bertanggung jawab dibidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan Provinsi, Kabupaten/Kota untuk mengatur arus lalu lintas atau rekayasa arus lalu lintas seperti pengendalian lalu lintas pada persimpangan, pegendalian lalu lintas pada rua jalan, pemasangan rambu lalu lintas, alat pemberi isyarat lalu lintas, serta alat pengendalian dan pengaman pengguna jalan sementara.(SM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post