H.Musthofa : Pelaku Usaha Diminta Jaga Kebersihan, Keramahan & Dilarang Masuk Area Taman

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus H.Musthofa didampingi Kepala Disbudpar Yuli Kasiyanto, dan jajaran Satpol PP yang dikomandai Abdul Halil, siang tadi dimulai jam 10.30 WIB menggelar pertemuan dengan pedagang kaki lima (PKL) tidak tetap atau musiman di seputaran Kompleks Wisata GOR wergu wetan, (13/1/2017).

Bupati Kudus H.Musthofa sedang berdialog dengan PKL tidak tetap atau musiman di seputaran GOR Wergu Wetan Kudus. (Aris Sofiyanto/isknews.com)

Dihadapan PKL, Bupati berpesan jika berjualan dihimbau untuk tidak memasuki zona larangan pedagang yang ditentukan oleh pemerintah daerah yaitu masuk di area taman, selain itu tetap menjaga keramahan kepada pengunjung, dan yang lebih penting menjaga kebersihan, “Bupati berharap ada kesinambungan antar PKL, supaya didata sekaligus dibentuk ketua nya, seperti hal nya paguyuban PKL yang berada di Alun Alun simpang tujuh Kudus.”Imbuhnya

Baca Juga :  Sejumlah Tim Penggerak PKK Jekulo Mendapat Sosialisasi Pilkada Serentak Tahun 2018

Dari data yang diperoleh isknews.com sebanyak 23 PKL tidak tetap atau musiman yang berjualan menjajakan usaha nya, dan 7 PKL pelaku usaha permainan anak anak.

Sementara itu, ditemui ditempat kerja nya, Yuli Kasianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus mengatakan, “Untuk skema PKL yang berstatus tidak tetap atau musiman boleh berjualan asalkan ditempat yang melingkari bundaran taman, dan intinya tidak masuk ke taman, selain itu sepanjang area utara dan barat Stadion sepakbola,”terangnya

Baca Juga :  Mendikbud RI: Joglo Pencu Rumah Adat Kudus Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Dalam penanganan masalah PKL, lanjut Yuli, pihaknya sudah menjalankan tugas sesuai perintah serta aturan yang ada namun dibutuhkan sinergi antar dinas terkait guna kebijakan yang lebih baik. “Tujuannya agar para pedagang diberikan solusi serta pembinaan guna penataan ruang lingkup agar pedagang dapat berjualan dengan lebih teratur.”Pungkasnya (AJ)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?