H. Musthofa : Penguatan Ekonomi Merupakan Pilar Kekuatan Dakwah

H. Musthofa : Penguatan Ekonomi Merupakan Pilar Kekuatan Dakwah

SEMARANG – Muhammadiyah yang berdiri sebelum Indonesia merdeka telah banyak memberikan andil di berbagai bidang untuk kejayaan Indonesia. Terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan menjaga moral bangsa. Kemiskinan akan mendekatkan pada kekufuran. Untuk itu, seseorang terutama umat Islam tidak boleh dalam kondisi yang kekurangan. Tetapi harus bisa bangkit untuk menjadi kuat dari sisi ekonomi.

Itulah sebagian tausiyah bisnis yang disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa, SE, MM pada acara pengukuhan Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) Kota Semarang, Sabtu (18/2). Acara yang dilangsungkan di Balai Kota Semarang ini dihadiri PWM Jateng Musman Tholib, Ketua PDM Kota Semarang Fachrurrozi pejabat Pemkot Semarang, serta praktisi usaha dari kalangan Muhammadiyah.

Lebih lanjut bupati yang juga pembina forum UMKM Jawa Tengah ini mengingatkan kembali bahwa penguatan ekonomi merupakan pilar kekuatan berdakwah. Pengukuhan JSM yang juga dilangsungkan malam itu merupakan upaya konkrit dalam penguatan ekonomi tersebut.

BACA JUGA :  Berambisi Ulangi Kejayaan Masa Lalu, Sukun Siapkan Piala Megah di Sukun Cup 2016

“Apalagi pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan adalah seorang saudagar batik saat itu,” kata bupati yang juga sebagai Lurahe pedagang pasar se-Jateng.

Maka sangat tepat JSM ini untuk mengimplementasikan penguatan ekonomi dengan adanya jaringan bisnis. Sebagai tradisi yang sudah dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah yang secara lebih luas sebagai spirit kemandirian ekonomi umat Islam.

Bapaknya PKL Jawa Tengah yang alumni SMA Muhammadiyah Kudus ini juga memberikan motivasi untuk para saudagar muslim malam itu. Tentu yang pertama harus dikenal adalah potensi diri. Dengan pikiran liarnya secara positif yaitu harus kreatif dan inovatif.

“Dan saya yakin umat Islam mampu bangkit dengan kekuatan ekonomi yang luar biasa,” jelas mahasiswa S3 Undip tersebut.

BACA JUGA :  Banyak Metode Komunikasi Dengan Pejabat, Kecenderungan Masyarakat Lebih Suka Tatap Muka

Untuk itu perlu bersama-sama tidak berputus asa dalam berusaha. Yaitu dengan membangun jaringan yang luas. Termasuk menjalin sinergi dan kerja sama dengan pemerintah.

“Insha Allah akan membawa manfaat bagi umat, yaitu kemandirian, kekuatan, dan ketangguhan ekonomi yang akan berdampak pada sektor lain,” imbuhnya.

Terpisah, ketua JSM Kota Semarang Azhar Combo mengatakan bahwa dirinya akan membuat sebuah program menarik. Yaitu pinjaman tanpa bunga yang tentunya sangat menarik bagi saudagar.

Sementara itu, Wakil Ketua JSM Jateng Chaeruddin mengakui bahwa Islam masih jauh tertinggal di bidang ekonomi. Maka harus segera bangkit.

“Harus ada semangat dan jalinan persaudaraan serta jaringan yang kuat,” ujarnya.

Hal ini dibenarkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Fahrurrozi mengakui potensi para saudagar muslim. Inilah yang perlu disinergikan untuk menjadikan kekuatan yang besar.

BACA JUGA :  ​Tahlil dan Khotmil Quran Awali Rangkaian Peringatan Hari Jadi Kudus

Hasan Toha Putra juga berkesempatan menyampaikan orasi saudagar Kota Semarang. Dikatakannya bahwa kekuatan Islam ada dua hal. Yaitu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kuatnya maal atau harta benda.

“Kejayaan Islam harus terangkat. Umat Islam harus punya wibawa,” jelasnya. Ketua Panitia Acara AM Jumai, SE, MM berharap agar usai pelantikan dan mendengarkan berbagai motivasi ini, para saudagar Muhammadiyah segera bergerak nyata. Membangun jaringan bisnis secara luas untuk kesejahteraan umat. (YM/MPI)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*