Hadapi Curah Hujan Intensitas Tinggi Bupati Instruksikan Koordinasi Dan Mitigasi Bencana

oleh
Bupati Kudus H.M. Tamzil pada Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana di kantor kecamatan Jekulo, bersama Asisten Pemerintahan, Camat Jekulo terkait mitigasi bencana di Kecamatan Jekulo Kudus (fot0: istimewa)

Kudus, isknews.com – Menghadapi musim penghujan yang telah tiba meski intensitasnya belum terlalu tinggi. Pemerintah Kabupaten melakukan sejumlah persiapan guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir di Kudus  terutama pada derah daerah yang masuk kedalam pemetaan sebagai kawasan daerah rawan bencana banjir yang salah satunya berada di kecamatan Jekulo.

Disampaikan oleh Bupati Kudus H.M. Tamzil pada Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana di kantor kecamatan Jekulo, bersama Asisten Pemerintahan, Camat Jekulo, para Kepala Desa dan pimpinan OPD terkait mitigasi bencana, Kamis (14/12/2018).

“Perlu adanya upaya penyelematan yang maksimal apabila terjadi bencana,terutama manusianya dulu baru harta bendanya,sehingga kerugian tidak banyak terjadi terutama nyawa. Tugas kita kedepan sangat berat karena dampak hujan kedepan informasi intensitasnya akan tinggi,” katanya.

Terkait penghijauan, bupati berharap Camat harus laksanakan kordinasi dengan pihak terkait sehingga pelaksanaan penghijauan dapat segera dilakukan yang akan mengurangi pengikisan tanah dan dapat menghambat longsor.

TRENDING :  Perilaku Minimalisir Sampah Plastik Berlaku Di Sekolah Adiwiyata Ini

“Saya berharap selain dampak penanganan bencana kami berpesan dan berharap agar tiap tiap Kepala Desa betul betul melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya masing masing termasuk pengelolaan APBDes,saya tidak ingin di Kudus ada kepala desa yang berurusan dengan hukum,” ujarnya.

Camat Jekulo, Dwi Yusie Sasepti memaparkan tentang persoalan utama kecamatan Jekulo yakni daerahnya menjadi langganan bencana banjir ketika musim hujan berlangsung. Pihaknya menyebut desa Tanjungrejo, desa Hadipolo, desa Bulungcangkring dan desa Sadang merupakan daerah terdampak bencana banjir yang cukup parah.

“Rata-rata banjir di desa tersebut diakibatkan oleh limpasan air dari sungai besar, seperti sungai Piji dan sungai Logung,” ungkapnya. Dirinya berharap bahwa pemerintah daerah Kudus segera melalukan normalisasi sungai di wilayahnya. “Kami berharap pak bupati dapat memprogramkan normalisasi sungai,” imbuhnya.

TRENDING :  Tangani Kekeringan, BPBD Hanya Anggarkan 22 Juta

Selain itu, Yusie juga menjelaskan tentang kondisi jembatan konvensional yang melewati wilayahnya. Dirinya berujar bahwa banyaknya pilar pada jembatan, menghambat laju air yang juga membawa sampah. “Banyak jembatan yang masih kuno, sehingga pilarnya banyak. Kedepan, kami harap bantuan dari BBWS Pemali Juana dan Dinas PUPR Kudus untuk mengkaji ulang,” katanya.

Bupati Kudus, H.M. Tamzil mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana di Kudus masih cukup rendah. Pihaknya mengajak para Kepala Desa di kecamatan Jekulo untuk bersiap diri dan paham ketika bencana melanda. “Kades dan masyarakat harus siap ketika bencana terjadi. Minimal penyelamatan manusianya dulu,” ungkapnya.

Tamzil juga mengimbau bahwa sejatinya bencana harus dihadapi dengan ramah dan tidak dilawan. Artinya, kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana harus lebih ditingkatkan. “Persoalan air harus kita kendalikan, bencana harus kita jadikan teman bukan dilawan. Maka kita juga harus siap tentang mitigasi bencana, artinya kita tahu apa yang dilakukan ketika bencana itu terjadi,” jelasnya.

TRENDING :  Tahun ini, Program MBR Sasar 5 ribu Sambungan Baru

Pada kesempatan itu pula, bupati mengatakan bahwa dengan adanya bendungan Logung, air akan lebih mudah dikendalikan. Dirinya berharap adanya bendungan Logung benar-benar mampu dimanfaatkan masyarakat untuk menanam padi. “Saya berharap adanya Logung, bisa mengatasi persoalan banjir. Selain itu, saya kira musim tanam bisa jadi tiga kali,” katanya. Usai rapat, bupati bersama camat Jekulo meninjau Posko Bencana kecamatan yang berada di sebelah kantor kecamatan Jekulo. (YM/YM)

 

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :