Hadapi Tahun Politik Kesbangpol Gelar Bimtek Deteksi Konflik Sosial

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Menghadapi tahun politik, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Deteksi Dini Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial di Hotel Griptha Kudus, (9-10/3/2019).

Kegiatan peningkatan kapasitas elemen masyarakat dalam bidang kewaspadaan dan deteksi dini itu mengambil tema ” Peran aktif masyarakat dalam menciptakan kondusifitas dan stabilitas keamanan daerah menjelang Pileg dan Pilpres 2019″.

Konsultan dan pengamat sosial politik, Jumadi Subur dalam sambutannya mengatakan, tahun politik kali ini merupakan tahun politik yang penuh dengan tantangan. Mengingat, maraknya problematika sosial, ekonomi, politik, hukum dan keamanan. Hal ini bisa berimplikasi terhadap kondisi keamanan, dan ketertiban di tengah masyarakat terutama di saat memasuki tahun-tahun politik seperti ini.

TRENDING :  Jalin Kerukunan, Penyuluh Agama di Kudus Silaturrahmi dengan Umat Budha

“Untuk itu, perlu adanya penguatan fungsi aparatur pemerintah dan elemen masyarakat agar menjadi bekal dalam rangka mewujudkan kondisi daerah yang sejuk,” ujarnya

Salah satunya menurut Jumadi, dengan peningkatan wawasan dan ketrampilan dalam melakukan deteksi dini, cegah dini, serta kemampuan mengolah, menganalisa sumber-sumber informasi dan data intelijen sangat berguna untuk mereduksi potensi konflik di tengah masyarakat. Juga untuk meminimalisir dampak konflik sosial yang mungkin sedang terjadi.

“Indonesia itu masyakat yang majemuk, fan Kudus sudah kelihatan majemuknya. Jadi kemajemukan berpotensi memiliki konflik horisontal maupun vertikal, oleh sebab itu masyarakat harus menghindari gesekan-gesekan pemicu konflik. Indonesia sudah memiliki falsafah hidup bhineka tunggal ika, yang menjadi pegangan setiap warga negara Indonesia,” tegasnya.

TRENDING :  Pencegahan Alih Fungsi Lahan Pertanian Terbentur Status Kepemilikan

Aparatur pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan pemuda serta satuan perlindungan masyarakat memiliki peran yang sangat vital dalam proses tersebut.

Beberapa diantaranya yang harus diwaspadai yaitu isu-isu yang bersifat SARA, upaya adu domba dan pecah belah umat beragama, dan masyarakat, maraknya ujaran kebencian/provokasi melalui media sosial, melemahnya toleransi/musyawarah dan problematika ekonomi dan penegakan hukum yang terus menimbulkan diskursus ditengah-tengah masyarakat.

TRENDING :  Apa Itu Satgas LPJU Kabupaten Kudus

“Hal itu sangatlah mungkin dapat berpotensi memunculkan gesekan, dan ketegangan. Apalagi di saat tahun politik seperti ini. Kita harus antisipasi dan waspadai bersama karena dengan kebersamaan, komunikasi dan koordinasi yang baik akan menghadirkan sinergisitas yang terarah dan efektif guna mewujudkan kondusifitas,” ungkapnya.

Jumadi juga berpesan, agar bersama-sama mengajak seluruh warga masyarakat untuk berdemokrasi secara sehat, santun dan bermartabat. Serta meningkatkan sinergitas dalam rangka mewujudkan Kabupaten Kudus yang aman, tentram, damai, adil dan makmur. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :