Hadir Di Garung Kidul, Rhoma Irama Berikan Pesan Umat Islam Harus Bersatu Meski Beda Pilihan

oleh
Budiyono SE ketua DPD PAN Kudus (kanan) dan Sekretaris DPW PAN Jateng, Umar Hasyim saay menghadiri Tabligh Akbar dan silaturrohim kebangsaan dan harlah ke XI Majelis Nuur Muhammad bersholawat yang di selenggarakan oleh yayasan Bengawan Annur di Lapangan komplek Gedung Sholawat Nuur Muhammad SAW Desa Garung Kidul semalam (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Raja dangdut Rhoma Irama, semalam hadir dan menjadi pembicara utama pada Tabligh Akbar dan silaturrohim kebangsaan dan harlah ke XI Majelis Nuur Muhammad bersholawat yang di selenggarakan oleh yayasan Bengawan Annur di Lapangan komplek Gedung Sholawat Nuur Muhammad SAW Desa Garung Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudu.

Rhoma irama saat memberikan ceramah pada Tabligh Akbar dan silaturrohim kebangsaan dan harlah ke XI Majelis Nuur Muhammad bersholawat yang di selenggarakan oleh yayasan Bengawan Annur di Lapangan komplek Gedung Sholawat Nuur Muhammad SAW Desa Garung Kidul , Kaliwungu Kudus (Foto: YM)

Acara yang di pimpin oleh KRT. Much. Muslichan, pengasuh Majelis Bengawan An Nuur Muhammad SAW di hadiri oleh hampir seribuan jama’ah, Rabu (27/02./2019) malam.

Dalam tausyiyahnya, pedangdut yang juga ketua partai Idaman ini menyampaikan tentang  Empat pilar kebangsaan yaitu , NKRI, UUD 1945, Pancasila.dan Bhineka tunggal ika.

TRENDING :  Apel Hari Santri: Saatnya Santri Miliki Multi Dimensi Peran, Ekonomi Pendidikan Dan Budaya

Menurutnya, “ Sebelum Indonesia lahir sudah ada ormas ormas islam. Pada jaman penjajahan dahulu ulama – ulama yang berjuang memerdekakan Negara Indonesia dan dimana mana para ulama bejuang melawan penjajah belanda,” ungkapnya.

Pada masa penjajahan tersebut kita terpecah belah karena politik penjajah adu domba.

“Jadi ini fakta sejarah bahwa perjuangan bangsa ini tidak lepas dari para ulama maka jangan ragu jika islam cinta NKRI  dan penjaga NKRI adalah umat Islam sebagaimana umat islam merebut kemerdekaan,  jadi jangan tuding umat Islam,” katanya.

TRENDING :  Curah Hujan Tinggi, Akses Jalan Menuju Dukuh Karangturi Digenangi Air Setingi 30 cm

Sesuai pada pasal 1 Pancasila setiap warga negara Indonesia harus menjalankan ajaran sesuai agama masing – masing. Pasal 2 Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab, jadi jangan mengaku berpancasila apabila belum bisa menegakkan keadilan, dan adil lebih dekat dengan taqwa, dan jika berlaku adil insyaallah akan selamat dunia akhirat.

“Sejauh rukun islamnya 5 insyaallah apapun ormasnya insayallah semua benar, maka bersatu padulah karean itu hanya beda furuiyah tapi tetap satu aqidah, jangan saling membid’ahkan,” pesannya.

Jadi mari kita bersatu jangan sampai terpecah belah mari saling menghormati perbedaan, persatuan umat islam merupakan awal dari persatuan dan kesatuan bangsa.

TRENDING :  Soal Regruping SD 3 dan 4 Gribig, Ini Penjelasan Kepala UPT Pendidikan Gebog

“Di pemilu nanti jangan ada umat islam yang golput, karena nanti kita memilih wakil kita yang akan membuat UU yang harus kita taati dan jalankan. Pilihan kita boleh beda tapi tetap kita jaga Ukhuwah islamiyah serta persatuan dan kesatuan bangsa,” tutur dia.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kudus HM Hartopo bersama unsur Forkopinda Kab. Kudus, pengasuh Majelis Bengawan An Nuur Muhammad SAW, KRT. Much. Muslichan,  KH. Drs.Ali Rifan, Penasehat yayasan Bengawan An Nuur Muhammad, Habib Abu Bakar Baaqil , Habib Muhammad Syafiq Qaf, Habib Abdullah, Budiono, SE (Ketua DPD PAN Kudus,  KH.Harun Rosyid dan Muspika Kecamatan Kaliwungu  serta para jamaah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :