Haji Termuda Asal Kudus, Laili Ingin Panjatkan Doa Khusus Ayahnya Yang Telah wafat

oleh
Laili Noor Azizah (18 tahun) bersama ibunya, Zulaikhah (56) saat ditemui isknews.com di ruang tamu. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Menunaikan ibadah haji merupakan impian seluruh umat muslim di dunia. Maka dari itu, beruntunglah Laili Noor Azizah (18 tahun) yang tahun ini berangkat ke tanah suci, di usia yang bisa dibilang masih teramat muda.

Dijumpai isknews.com di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Sabtu (14-07-2018), senyum seakan tak henti-hentinya tersungging di wajah gadis kelahiran 25 April 2000 silam. Gadis manis lulusan MA NU Banat Kudus itu, tahun ini rencananya melanjutkan studi di UIN Walisongo Semarang, mengambil Prodi IAT (Ilmu Tafsir-Hadits).

Di antara 1.421 jamaah calon haji (calhaj) asal Kudus tahun 1439H/2018M, yang bakal menunaikan Rukun Islam ke lima tahun ini, Naili menyandang status haji termuda.

TRENDING :  Relawan Siaga Bencana Nahdlatul Ulama' Kudus Laksanakan Diklat Sar IV 2017

Naili pun mengisahkan awal keberangkatannya ke tanah suci di usia yang terbilang sangat muda dibanding kebanyakan calon haji.

Semua bermula ketika orang tuanya turut mendaftarkan namanya untuk ikut menunaikan ibadah haji, pada kisaran tahun 2011 silam, saat itu Ia masih duduk di bangku kelas 6 SD.

“Pertama dikasih tahu, mau ikut didaftarkan haji. Namanya masih anak-anak, belum terpikirkan yang namanya haji, jadi ya nurut saja,” ucapnya sembari tersenyum malu.

“Dulu pas di daftarkan waktu masih kelas 6 SD, kebetulan di rumah yang lama yakni di SD 2 Demaan,” tutur Laili kepada isknews.com yang pada waktu itu didampingi ibunya, Zulaikhah (56) diruang tamu.

TRENDING :  Jaga Kamtibmas Melalui Grup Rebana

Setelah dipastikan berangkat di umur 18 tahun (sesuai umur minimal yang ditetapkan Kemenag), Ia mengaku tidak bakal melewatkan kesempatan emas tersebut.

Tentu, ia tidak berangkat seorang diri, melainkan bersama anggota keluarga yang lain, “Seharusnya tahun ini Haji bertiga bersama Ayah, namun beberapa bulan lalu tepatnya bulan Mei, Ayah lebih dulu dipanggil Allah (meninggal dunia, Red), Ya jadinya tahun ini berangkatnya berdua bersama Ibu,” jelasnya.

Ditambahkan Laili, Meskipun masa Iddah ibu belum selesai, kurang beberapa hari usai, namun dari pihak penyelenggara haji sudah memperbolehkan, karena ada alasan lain, “Diantaranya ya berangkat haji menemani saya mas,” ujar laili.

“Untuk Persiapannya ya biasa saja, seperti yang lain. Secara mental dengan memperbanyak berdoa dan ikut manasik, lalu persiapan fisik, rajin-rajin gerak tubuh, berolahraga, Kesemuanya Insyaallah sudah siap,” ungkapnya.

TRENDING :  Jalan Ahmad Yani Jadi Kawasan Tertib

Saat ibadah haji nantinya, Ia akan memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin. Untuk mendekatkan diri pada Allah, serta berdoa khusus untuk kebaikan keluarga dan tanah air tercinta.

“Selain memanjatkan doa untuk keluarga, utamanya ayahanda yang sudah mendahului, di tanah suci nanti, saya berharap diberikan kelancaran studi. Lalu berdoa untuk Indonesia dan seluruh masyarakatnya, agar semakin baik lagi ke depannya. Tidak lupa lagi, mendoakan saudara-saudara muslim di seluruh dunia, terutama di negara rawan konflik timur tengah, diantaranya Palestina, Suriah dan lainnya,” pungkas Laili. (AJ/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :