Hanya Ada di Kudus Gebyar Even HUT PKL

oleh

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus, untuk ke sekian kalinya, menggelar even hari ulang tahun (PKL) yang jatuh pada setiap 5 Januari. Pada 2018 ini, adalah HUT ke-5 PKL, peringatan HUT PKL yang diberi nama Gebyar PKL, diselenggarakan di komplek GOR Bungkarno, Wergu Wetan Kecamatan Kota, Kudus, pada Jum’at (5/1/2018).

Peringatan Hari PKL, dipastikan hanya terjadi di Kabupaten Kudus. Karena yang pertama kali mencanangkan Hari PKL, adalah Bupati Kudus H Musthofa Penetapan dan launcing tanggal 5 Januari sebagai hari PKL di Kabupaten Kudus, ditandai dengan penyerahan bantuan hibah ratusan grobak kepada para PKL, pada tahun 2013 jelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Kudus. Ekonomi kerakyatan yang ditopang keberadaan para pelaku usaha di level grassroot adalah kekuatan ekonomi nasional yang sesungguhnya. Demikian yang pada beberapa kesempatan disampaikan oleh Bupati Kudus H. Musthofa.

TRENDING :  Rina Tamzil, Sosok Dibalik Kebangkitan Batik Kudus

Bertajuk gebyar PKL ini, ratusan PKL diberikan kebebasan untuk berjualan di jantung kota Kudus. Mereka diberi kesempatan berjualan pada hari istimewanya ini. Tepatnya di simpang tujuh dan beberapa jalan utama di Kudus. Diantaranya Jalan A Yani, Jalan Lukmonohadi, Jalan Ramelan, dan Jalan Sunan Kudus.
PKL seolah menemukan surganya di kota kretek ini. Sebagai motor penggerak ekonomi, mereka berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati Kudus memberikan mereka perhatian yang luar biasa. Hari jadi, pembagian gerobak gratis, serta penataan tempat berjualan memberikan kenyamanan untuk mereka.

TRENDING :  Bupati Kudus " Landasan Pemimpin Idealisme "

Di luar even peringatan HUT PKL itu, keberadaan PKL di Kabupaten Kudus, memperoleh perhatian serius dari Pemkab Kudus. Langkah yang dilakukan, adalah dengan menerbitkan Perda Nomor 11/2017 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Di dalam Perda nomor 11/2017 tersebut, disebutkan lokasi yang diperbolehkan untuk berjualan.

Lokasi itu dibagi menjadi tiga zona, yakni zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Zona merah adalah zona bersih dari PKL atau lokasi larangan bagi PKL, zona kuning lokasi sementara untuk berjualan PKL dengan dibatasi oleh batas waktu buka usaha pada jam-jam yang ditentukan, sedangkan zona hijau, lokasi berjualan PKL dengan jumlah PKL yang sudah ditentukan, sehingga tidak terjadi ada penambahan PKL baru.

TRENDING :  Kampanye Anti Hoaks, PWI dan Polres Kudus Gelar Lomba Menulis Surat, Poster dan Literasi Media

Khusus zona larangan PKL, kata dia, dilengkapi dengan rambu atau tanda larangan sebagai tempat atau lokasi PKL berjualan. Bagi PKL yang melanggar Perda tersebut, dikenakan denda Rp 500.000 terhadap PKL yang melanggar maupun pembelinya juga akan dikenai sanksi serupa.

Dalam rangka penataan, PKL di Kudus diwajibkan memiliki tanda daftar usaha (TDU). Dengan adanya kewajiban mengurus TDU, pembinaan terhadap PKL lebih mudah karena pengurusan TDU tentu ada batas waktunya. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :