Hanya Angkudes Yang Beroperasi Melayani Peziarah di Menara

Hanya Angkudes Yang Beroperasi Melayani Peziarah di Menara

Kudus, isknews.com – Pengaturan kendaraan angkutan wisata yang melayani peziarah di Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus. Setelah model angkutan (moda) wisata becak disentralkan di Terminal Bakalan Krapyak (TBK) Kudus, kini hanya angkudes, satu-satunya moda wisata angkutan pedesaan (angkudes) yang beroperasi melayani peziarah di Masjid Menara Kudus.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kabupaten Kudus, Putut Sri Kuncoro, yang dihubungi isknews.com, Senin (13/11), mengatakan hal itu. Menurut dia, moda wisata angkudes diperuntukkan melayani peziarah yang akan kembali ke TBK, usai berziarah di Makam Sunan Kudus. Para peziarah itu adalah yang datang dari TBK dengan becak wisata. “Becak mengangkut peziarah hanya sekali jalan dari TBK ke Masjid Menara, setelah menurunkan penumpang, kembali ke TBK dalam keadaan kosong.”

Agar berjalan tertib, lanjutnya, Dishub menempatkan sejumlah personil di depan Masjid Menara. Tugas mereka, selain mengawasi becak yang menurunkan penumpang, juga mengarahkan para peziarah yang akan kembali ke TBK, agar naik angkudes yang sudah siap melayani mereka. Tempat parkir angkudes itu di Jalan Sunan Kudus, tepatnya di pertigaan Jalan Madurekso, atau selatan klenteng.”

TRENDING :  Penumpang Kapal Cepat ke Karimunjawa Wajib Tunjukkan KTP

Sama dengan becak, angkudes itu pun beroperasi hanya sekali jalan. Yakni dari Masjid Menara ke TBK, setelah itu pulang kembali dalam keadaan kosong. Agar tidak menimbulkan kemacetan, angkudes yang baru pulang dari TBK, parkir atau ngetemnya di Jalan Kyai Telingsing yang sudah siap dan tiba giliran mengangkut peziarah ke TBK, parkirnya di Jalan Sunan Kudus, menghadap ke arah timur.

TRENDING :  Ongkos Parkir Rp.5000 untuk Sepeda Motor,Akan Ditindak

Diarahkan menghadap ke timur, karena rute angkudes itu ke timur, sampai perempatan pekojan belok kiri melewati Jalan Puger, ke arah barat, perempatan Sucen lurus, pertigaan Polytron, terus ke TBK. Kembalinya dari TBK lewat Jalan Asnawi, perempatan Jember, Jalan Sunan Kudus dan masuk ke Jalan Kyai Telingsing. “Pengaturan rute itu untuk menghindari kemacetan di depan taman di pasar bubar, akibat adanya angkudas yang putar balik,” jelas Putut. (DM)

TRENDING :  Sepeda Santai dan Penampilan "Armada Band" Meriahkan Puncak HUT Nojorono ke-85
KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post