Haram Hukumnya Anak Kudus Tidak Bersekolah

KUDUS, isknews.com – Kudus paku buminya pendidikan. Kalimat tersebut rasanya akrab di telinga kita. Bagaimana tidak? Di Kudus banyak sekolah kejuruan dengan keahlian khusus yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

image

Dan semuanya tidak menggunakan APBD dalam pengembangan sarpras, kurikulum, serta tenaga pengajarnya.
Sebut saja sekolah maritim, animasi, teknologi informasi, kuliner, fesyen, atau mungkin sekolah kecantikan.

image

Semua telah tersaji di Kudus untuk memenuhi pasar perusahaan nasional dan bahkan internasional. Itu semua merupakan buah kerja sama antara Pemkab dengan perusahaan yang dalam hal ini adalah Djarum Foundation.

Adalah H. Musthofa seorang bupati yang telah delapan tahun memimpin Kudus ini yang menggandeng perusahaan untuk pengembangan sekolah tersebut. Bahkan ide cerdasnya untuk mengagas wajib belajar 12 tahun sejak tahun 2008 lalu kini menjadi acuan nasional. Hingga penghargaan satya lencana bidang pendidikan diraihnya di tahun 2010 lalu.

Baca Juga :  Berbagi santunan sembari meninjau pelayanan kesehatan.

Di Kudus, Haram hukumnya kalau ada anak tidak bersekolah. Tidak ada alasan untuk itu. Karena telah kami gratiskan dari SD hingga SMA/SMK negeri, jelas Bupati pada acara penyerahan beasiswa dari Tokio Marine Insurance untuk 20 siswa-siswi SMK berprestasi di Kudus.
Bupati mengatakan, bahwa ini merupakan perusahaan asuransi pertama yang peduli terhadap pendidikan di Kudus.

Untuk itu dirinya menyampaikan terima kasih atas kepedulian ini. Pesannya, siswa-siswi yang menerima agar terus bersemangat menggapai masa depannya.
Jangan dilihat dari nominalnya, tetapi lihatlah dari sisi keihlasan dan manfaatnya untuk siswa-siswi ini, imbuhnya.

Baca Juga :  Menguak Sejarah Singkat Kyai Syamsuddin Al Hafidz (KSA)

Di periode pertama kepemimpinannya, Pak Bupati telah mengeluarkan produknya berupa Kartu Kudus Pintar. Idenya inilah yang akhirnya digagas secara nasional oleh Presiden RI berupa kartu pintar untuk memberikan nilai lebih dalam membangun masa depan anak bangsa.

Menyinggung mengenai kuliah gratis, Pak Bupati sudah memilih sembilan siswa terbaik dari setiap kecamatan. Mulai tahun akademik ini, mereka berkesempatan merasakan pendidikan di perguruan tinggi secara gratis termasuk biaya hidupnya selama menempuh pendidikan.

Kuliah plus kebutuhan hidupnya gratis. Tetapi kesempatan ini hanya untuk yang berprestasi terbaik dan memiliki kemampuan komunikasi serta sikap yang baik, jelasnya.

Bupati menilai hal ini sebagai nilai investasi bagi masa depan generasi penerus. Tekad dan kepeduliannya di bidang pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Impiannya, 30 atau 50 tahun ke depan kelak anak-anak inilah yang akan memimpin bangsa ini dengan prestasi yang membanggakan.

Baca Juga :  Seluruh Sekolah se Kecamatan Winong ikuti Kemah yang diselenggrakan pemuda Desa Kudur.

Jangan hanya bermimpi jadi pegawai/karyawan. Tetapi berusahalah menjadi seseorang yang memiliki prestasi hebat dalam karir/pekerjaanmu. Untuk itu, teruslah semangat untuk belajar, belajar, dan belajar, pungkasnya.(Mr)

Sumber : Kominfo

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?