Harga Bawang Merah Anjlok Meski Panen Raya

oleh
Harga Bawang Merah Anjlok Meski Panen Raya
Foto: Panen bawang di lahan milik anggota Asosiasi Bawang Merah Pati, Senin (6-08-2018). (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Musim panen raya bawang merah di Kabupaten Pati tak menjadikan para petani bawang merah senang. Seperti yang dirasakan para petani bawang di Desa Sidoarjo, Kecamatan Wedarijaksa, mereka justru mengeluh. Sebab, harga bawang dari petani malah turun derastis, yakni Rp 7000 per kilogram.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Pati Suparlan mengatakan, untuk menutup ongkos produksi saja tidak cukup. Bahkan petani hampir putus asa lantaran harganya yang tak kunjung stabil.

“Musim panen tahun ini, kami justru merugi. Harganya sangat jauh dari perkiraan. Padahal untuk ongkos produksi, kami harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah,” ungkapnya, Senin (6-08-2018).

TRENDING :  KPU Kabupaten Pati Siap Distribusikan Logistik Pilgub Jateng 2018

Untuk stabilitas harga bawang merah, imbuhnya, seharusnya saat ini pada posisi Rp 15 ribu perkilo. Selain sudah bisa menutup ongkos produksi, petani juga untung meskipun hanya sedikit. Akan tetapi, apabila harganya dibawah Rp 10 ribu, justru kerugiannya akan lebih banyak.

“Kami harus mengeluarkan biaya produksi sebanyak Rp 70 juta untuk satu hektar lahan. Pada saat panen pertama, kami hanya mendapatkan uang Rp 30 juta. Kemudian pada masa tanam kedua, kami justru mengeluarkan biaya produksi lebih banyak. Tapi pada saat panen hanya mendapatkan uang Rp 50 juta. Ini kan tidak bisa menutup ongkos produksi,” tukasnya.

TRENDING :  Kelompok Perumahan Alami Deflasi Sebesar 0, 07 Persen Di Bulan April 2016

Dengan kondisi demikian, para petani bawang berharap pemerintah memperhatikan komoditas bawang merah tersebut.

Memang, lanjut Suparlan, pemerintah telah memberikan bantuan bibit murah kepada para petani. Tetapi pada saat panen, harga bawang justru anjlok.

“Kami minta, pemerintah selain menetapkan harga eceran tertinggi (HET), juga bisa menentukan harga eceran terendah. Itu dalam rangka untuk menyelamatkan para petani, apabila harga bawang sangat rendah,” tegasnya.

TRENDING :  Atlet Sepak Takraw Putra Jepara Sumbang Perak dan Perunggu

Saat ini, imbuhnya banyak petani bawang yang mulai menganggur dan tidak lagi menanam bawang. Mereka masih menunggu hingga tahun 2019 mendatang.

“Jika harga bawang masih seperti ini, belum juga stabil, tidak menutup kemungkinan para petani bawang akan beralih ke tanaman yang lain,” pungkasnya. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :