Harga Beli Tebu Oleh PG Merosot, Dampak Tidak Stabilnya Harga Gula Pasir Rugikan Petani Tebu

Harga Beli Tebu Oleh PG Merosot, Dampak Tidak Stabilnya Harga Gula Pasir Rugikan Petani Tebu

KUDUS, isknews.com – Tidak stabilnya harga gula pasir yang terjadi sekarang ini, membawa dampak bagi petani, khususnya petani tebu, yakni merosotnya harga beli tebu oleh pihak Pabrik Gula (PG) Rendeng, sehingga petani merasa dirugikan. Penurunan harga beli itu cukup drastis, dari yang semula Rp 66.000 per kuintal, menjadi Rp 58.300 per kuintal.
Menurut Zainal, petani tebu, warga Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang ditemui isknews.com, Rabu (03/8), sesuai kesepakatan awal, meskipun secara lisan, harga beli tebu oleh PG Rendeng dari petani tebu sebesar Rp 66.000 per kuintal. Namun pada saat pihaknya setor ke PG Rendeng, sekitar dua tiga hari lalu, ternyata hanya dibayar Rp 58.300 per kuintal.
Saat hal itu ditanyakan kepada Sinder (mandor yang ditunjuk PG membeli tebu ke petani), Mariyani, PG akan membeli tebu dari petani dengan harga Rp 66.000 per kuintal, apabila harga gula pasir di atas Rp 14.000 per kilogram. “Sedangkan apabila harga gula pasir Rp 14.000 per kilogram, PG membeli tebu ke petani dengan harga Rp 58.300 per kuintal,” kata Zainal.
Persoalan yang muncul, ungkapnya lanjut, Sinder Mariyani tidak menyampaikan hal itu, sejak awal adanya kesepakatan harga beli tebu antara PG Rendeng dengan petani tebu, yakni Rp Rp 66.000 per kuintal. Kalau kemudian harga beli tebu itu melorot menjadi hanya Rp 58.300 per kuintal, tentu saja petani mengalami kerugian yang tidak sedikit.
Di sisi lain, kalau turunya harga gula pasir dijadikan alasan dikuranginya harga beli tebu, tidak realistis karena harga beli tebu oleh koperasi Asosiasiasi Petani Tebu Rakyat Intensif (APTRI), mencapai Rp 61.000 – Rp 63.000 per kuintal.
Saat ditanyakan kenapa tidak menjual tebunya ke koperasi, Zainal menjelaskan karena antara PG Rendeng dan petani pemasok tebu, telah terjalin kemitraan selama bertahun-tahun.
“Namun jika petani dirugikan, kemitraan itu tidak ada gunanya atau dihapus saja,” tegas petani yang setiap musim giling memasok tebu sebanyak 28 rit, setiap rit (truk) 6-7 ton tebu siap giling.
Sementara itu, Administratur PG Rendeng, Agus S yang dihubungi via telepon seluler Zainal, mengatakan harga beli tebu Rp Rp 58.300 per kuintal itu, adalah kalau harga gula pasir kurang dari Rp 14.000 per kilogram. Kalau yang dipersoalkan petani, Sinder Mariyani tidak menyampaikan hal itu, pihaknya berjanji akan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Harga Cabai Rawit Setan Kian Pedas

Share This Post