Harga Berbagai Komoditas Turun Jadi Pemicu Deflasi di Kudus

Harga Berbagai Komoditas Turun Jadi Pemicu Deflasi di Kudus

Kudus, ISKNEWS.COM – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2017 secara umum mengalami penurunan. Hal itu menyebabkan terjadinya deflasi 0,33 persen di Kudus, dengan indeks harga konsumen (IHK) 135,60.

Jauh lebih rendah bila dibanding Juni 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,55 persen dengan IHK 136,05. “Tidak seperti bulan sebelumnya, Juli 2017 banyak barang yang mengalami penurunan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, Sapto Harjuli Wahyu belum lama ini saat merilis laju inflasi Kudus.

TRENDING :  Kelompok Sandang Alami Deflasi 0,57 Persen

Menurutnya, penurunan harga bawang putih, beras, cabai rawit, batubata/batu, ketela, tomat sayur, daging ayam ras, dan nangka muda menjadi pemicu utama terjadinya deflasi di Kudus.

Lebih lanjut dia menjelaskan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks beberapa kelompok pengeluaran. Di antaranya kelompok bahan makanan 1,34 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,27 persen, serta kelompok transport, komunikasi, dan jasa 0,05 persen.

TRENDING :  Kelompok Bahan Makanan Alami Inflasi 2,09 Persen

Sedangkan, lanjut Sapto, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,13 persen, kelompok sandang 0,28 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,34 persen.

Sapto menambahkan, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada Juli 2017 adalah kelompok transport, komunikasi, dan jasa 0,01 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,11 persen.

TRENDING :  Kelompok Bahan Makanan Sumbang Inflasi 0,395 Persen

“Sedangkan kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Juli 2017 adalah kelompok bahan makanan 0,17 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen, serta kelompok sandang 0,01 persen,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.