Harga Kopi Naik, Petani Bergairah

Harga Kopi Naik, Petani Bergairah

Kudus, isknews.com – Angin segar menghampiri para petani kopi di kabupaten Kudus. Dimana menjelang musim panen raya, harga komoditas unggulan lereng muria tersebut mengalami kenaikan signifikan.

Seperti halnya Suwarno (65) salah satu dari sekian banyak petani kopi yang ada di kawasan Ternadi kecamatan Dawe Kudus. Ia sudah mulai panen kopi dalam sebulan terakhir dengan hasil yang sangat menggembirakan. Sebab saat ini harganya mengalami kenaikan, lantaran hasil panen yang cukup bagus setelah tahun lalu mengalami gagal panen akibat diserang penyakit dan cuaca yang kurang bersahabat.

Suwarno mengatakan, Dibutuhkan waktu hampir setahun untuk memanen kopi, sehingga menjadi petani kopi belum bisa jadi andalan sebagai mata pencaharian. Untuk mencukupi biaya hidup sehari-sehari, lanjut Suwarno, selain kopi, para petani juga menanam hasil bumi rempah-rempah.

TRENDING :  Musim Panen Kali Ini Petani Kecamatan Undaan Alami Gagal Panen

Lebih lanjut, Ia mampu menghasilkan biji kopi sebanyak 3 kwintal dari seperempat hektar lahan yang dimilikinya. Dengan rincian harga perkilogramnya untuk kopi kering sebesar Rp. 22.000 sedangkan kopi basah panen perkilogramnya dihargai Rp. 5.400,-. “Adapun harga kopi sempat mengalami naik turun, namun saat ini kembali naik hingga Rp.1000/kg-nya, Tingginya permintaan dan kualitas hasil panen diperkirakan penyebab kenaikan harga kopi,” jelas Suwarno.

TRENDING :  Pemkab Kudus Optimalkan Lahan Pertanian Untuk Kesejahteraan Petani

Selain ke tengkulak dalam bentuk kopi basah atau baru dipetik, Suwarno juga memasarkan hasil panen kopi nya ke daerah Jolong Pati untuk dicampur dengan kopi dari daerah tersebut karena jenis tanaman kopi yang ditanam tidak jauh beda.

Proses pengeringan kopi bisa lebih cepat atau lambat tergantung cuaca, untuk saat ini harus yang diperoleh lumayan bagus, sebab untuk mengeringkan biji kopi membutuhkan pancaran sinar matahari langsung, supaya bisa cepat kering. “Biji kopi dengan kulit utuh pengeringannya bisa memakan 10 hari, namun ketika sudah dikelupas kulitnya, maka pengeringan bisa lebih cepat dari biasanya, yakni tidak lebih dari 5 hari,” bebernya

TRENDING :  Puluhan Ribu Bibit Cabai Dibagikan Cuma-cuma

Suwarno mewakili petani kopi berharap, ada perhatian khusus dari pemerintah supaya ada bantuan bibit kopi untuk meluaskan pemasaran, sebab selama ini kami belum pernah mendapatkan bantuan berupa bibit atau edukasi lewat penyuluhan. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post