Harga Membaik, Perniagaan Cengkeh Di Kudus Menggeliat

Harga Membaik, Perniagaan Cengkeh Di Kudus Menggeliat

Kudus, isknews.com – Perniagaan cengkeh di Kabupaten Kudus, kini sedang menggeliat, terkait dengan perkembangan harga cengkeh semakin membaik, bahkan bisa dikatakan stabil, yakni berkisar antara Rp 135.000 – Rp 136.000 per kilogram. Kondisi itu sudah barang tentu mendatangkan keuntungan bagi petaninya sehingga mendorong mereka mendorong mereka, untuk lebih menggiatkan penanaman salah satu bahan utama pembuatan rokok kretek itu.

Kepala Bidang (Kabid) Kehutanan dan Perkebunan (Hut-Bun), Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Harnawa, mengatakan saat dihubungi isknew.com, di ruang kerjanya, beberapa waktu yang lalu. Menurut dia, selain harganya stabil, petani cengkeh sekarang ini bisa menjual bebas di pasaran, setelah pemerintah tidak memonopoli perdagangan cengkeh.

BACA JUGA :  ​Butuh Proses Panjang Sebelum Tembakau Dijual

Sebelumnya, pemerintah sempat memonopoli perniagaan cengkeh P Keputusan Presiden (Kepres) Nomer 8 Tahun 1980 tentang tata niaga cengkeh dalam negeri. Dengan Kepres ini, pemerintah menurunkan harga cengkeh hingga Rp 7000 per kilogram. Akibatnya, petani enggan menanam cengkeh, karena hasilnya tidak memuaskan. Keengganan itu disusul dengan yang ekstrim oleh sejumlah petani, yakni dengan membabat tanaman cengkeh yang sudah tumbuh. “Bahkan pada waktu ada yang membakar tanaman cengkehnya, seperti yang dilakukan petani cengkeh di Desa Menawan.”

Setelah pemerintah tidak lagi memonopoli, unkapnya lanjut, banyak petani yang memulai lagi menanam cengkeh. Jika dahulu cengkeh identik dengan tanaman rempah khas Maluku, bisa ditanam di mana saja, asalkan tersedia lahan yang subur dan udara yang bersih. “Di Kabupaten Kudus, sentra penghasil cengkeh terdapat di Kecamatan Gebog dan Kecamatan Dawe. Jumlah petaninya sebanyak 3.534 kepala keluarga, terdiri 2.138 petani mandiri dan 1.496 petani penerima bantuan modal usaha (BMU).”

BACA JUGA :  Tingginya Harga Bawang Putih Didalami Satgas Pangan

Berdasarkan data di pihaknya, dia menjelaskan, luas lahan tanaman cengkeh keseluruhan pada 2016 ini, mencapai 298,54 hektare dengan hasil produksi berupa bunga kering, sebanyak 21,76 ton per hektare, atau rata-rata 117 kilogram per hektare. “Dibandingkan 2015, ada peningkatan luas lahan, yakni 272,48 hektar, sedangkan produksinya sebanyak 51,18 ton per hektare, atau rata-rata 380 kilogram per hektare.”

Meskipun banyak dibudidayakan, harga cengkeh tidak serta merta naik selalu pada angka tertinggi, harga rempah yang nama latinya Syzigum Aromatucum ini tergolong fluktuatif, bergantung pada hasil panen dan ketersediaan stok. Sesuai hukum pasar, harga cengkeh akan melejit jika produksi dan stok tidak bisa memuhi kebutuhan pasar atau perusahaan rokok kretek. Demikian

BACA JUGA :  Total Dana 2016 Pada Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp 333,61 triliun

juga sebaliknya, harga akan merosot apabila hasil stok berlebihan akibat over produksi.
“Saat ini, harga cengkeh di Kudus, untuk di tingkat petani Rp 135.000 per kilogram, sedangkan di tingkat pasar Rp 136.000 per kilogram,” kata Kabid Hut-Bun Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus itu, mengakhiri keterangannya. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post