Hari Pertama Pembukaan, Expo Megawon Diserbu Warga

oleh
Camat Jati, Andreas Wahyu membuka expo megawon, Selasa (31-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Terdapat pemandangan berbeda dalam rangkaian tradisi Apitan Desa Megawon tahun ini. Expo produk UMKM dari setiap RT menjadi pembuka sekaligus penyemarak tradisi Apitan. Di buka pada Selasa (31-07-2018) sore, Lapangan Megawon yang menjadi lokasi expo langsung diserbu warga.

Expo yang dibuka secara simbolis oleh Camat Jati, Andeas Wahyu ini menyajikan kuliner, kerajinan dan berbagai produk khas Desa Megawon. Saat ditemui isknews.com di lokasi expo, Andeas mengaku tradisi Apitan Desa Megawon tahun ini terbilang inovatif.

TRENDING :  Jejak Kejayaan Kereta Api Masa Silam, Nasibmu Kini

“Jika selama ini, kita mengenal Megawon dengan produk unggulan berupa sangkar burung. Dengan adanya expo ini, kita menjadi tahu bahwa produk dari Megawon juga beragam tidak hanya sangkar burung saja. Di sini ada, getuk, siomay, lukisan, jamu tradisional dan sejumlah kerajinan lain,” jelasnya.

Kepala Desa Megawon, Nurasag, menuturkan tradisi apitan tahun ini dikemas lebih menarik dengan menyuguhkan expo produk UMKM khas Megawon. Diterangkannya, keberadaan expo tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemasaran dan perekonomian warga.

TRENDING :  Tetap Hidup Berkualitas Meski Harus Jalani Cuci Darah

“Kebetulan beberapa tahun ini, produk unggulan Megawon yaitu sangkar burung tengah lesu. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap masyarakat Kudus dapat mengenal produk-produk UMKM desa kami dan meningkatkan perekonomian warga,” terangnya.

Tradisi Apitan tersebut, nantinya akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Dimana hari pertama akan diisi dengan pembukaan expo, lomba mewarnai dan pentas seni dari masing-masing RT. Lalu dilanjutkan dengan panggung hiburan rakyat pada hari kedua. Dan acara puncak berupa tahtiman Al Quran, Kirab Apitan dan pentas ketoprak pada hari ketiga.

TRENDING :  "Ngopi Budaya Tajug Syahadat", Dialog Asyik Bareng Sujiwo Tejo

Kabid Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sutiyono, menyampaikan tradisi di Desa Megawon ini sangat bagus. Karena bisa mengkolaborasikan sektor budaya dan UMKM secara optimal.

“Saya membayangkan, jika setiap desa di Kabupaten Kudus memiliki acara seperti ini. Aspek budayanya terjaga dan perekonomian masyarakat juga terangkat,” tukasnya. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :