Hari Tani Nasional : Kedaulatan Pangan Hidup Matinya Suatu Bangsa

oleh

Kudus, isknews.com – Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini 24 September tenah di peringati oleh Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus dan Pemerintah Kabupaten Kudus dengan serangkaian kegiatan Seminar Nasioanal dan  gelaran Agroexpo, yang dilaksanakan selama dua hari sejak hari Jumat hingga Sabtu kemarin di lingkungan Kampus UMK Gondangmanis Bae Kudus.

Gelaran Agroexpo yang antara lain diisi dengan pameran dan gelar karya produk unggulan pertanian, promosi produk pertanian, demo produk pangan olahan, dan talkshow tersebut menurut ketua penyelenggara, Drs. Hendy Hendro HS. M.Si, Agro Expo Fakultas Pertanian ini diharapkan bisa menjadi sarana publikasi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya terkait penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, ajang promosi produk pertanian dan komoditi unggulan daerah, dan sarana publikasi, edukasi dan sosialisasi.

Agroexpo yang berakhir Sabtu kemarin selain menampilkan stand-stand dari berbagai peserta mulai dari kelompok pertanian, para penyuluh pertanian, hingga pameran produksi alat-alat pertanian dari yang konvensional hingga moderen.

TRENDING :  Harga Kopi Naik, Petani Bergairah

Selain even Agroexpo melengkapi rangkaian Hari Tani Nasional juga digelar Seminar Nasional Tentang Peran Para Penyuluh, Petani dan Lembaga Penelitiian Pertanian terhadap Kedaulatan pangan.

Menurut Narasumber Kedaulatan Pangan adalah hidup-matinya bangsa. Jika tidak terpenuhi bisa terjadi malapetaka. Untuk itu perlu upaya maksimal untuk mewujudkannya demi tercapainya ketahanan pangan.  Demikian disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa SE MM narasumber utama pada seminar tersebut, Jumat (22/9/17)

 Bupati mengutip pernyataan Presiden Soekarno mengenai pentingnya kedaulatan pangan bagi sebuah bangsa. Melihat adanya tantangan mengenai pengembangan pertanian, Bupati meminta mahasiswa UMK tidak hanya belajar secara normatif. Namun harus bisa berinovasi mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Pemkab Kudus pun telah berupaya untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Salah satunya dengan membangun infrastruktur berupa bendungan Logung. Target rampung di 2018 bisa memberikan manfaat secara maksimal bagi para petani..
” Termasuk adanya kemajuan teknologi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Untuk itu mahasiswa bersama para penyuluh diminta menjadi pelopor penerapan teknologi ini,” imbuhnya pada acara yang dihadiri penyuluh pertanian dari wilayah pantura timur (muria raya) ini.

TRENDING :  Ribuan Hektar Padi Terancam Gagal

Upaya lain Pemkab yakni dengan pengaturan musim tanam, penyusunan RDKK pupuk bersubsidi, serta adanya coverage asuransi bagi petani. Tentunya ini butuh kebersamaan bersama para petani, penyuluh, dan peran mahasiswa.

Dijelaskan, pengaturan musim tanam ini karena sudah menjadi rahasia umum bila sering terjadi rebutan air dari aliran Waduk Kedungombo ke Kudus dan Pati. Hal ini juga berdasarkan pengalamannya saat turun ke kawasan Undaan bersama Ketua DPRD Kudus.

“ Alhamdulilah MT I nanti, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus ( Catur Sulistiyanto) langsung turun ke Bendung Klambu mengawal pembukaan air. Kalau tidak mungkin wilayah lain yang diutamakan lebih dahulu ,” ungkap calon Gubernur Jawa Tengah itu.

Acara ini juga dihadiri Rektor UMK Dr. Suparnyo serta dua pembicara lain. Yakni Prof. Dr. Darsono dari UNS serta Warsana dari Ketua DPW Perhitani Jateng.

TRENDING :  Ratusan Hektar Sawah di Wonosoco Terancam Gagal Panen Akibat Banjir Bandang

Rektor mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk menggali dan memperkenalkan produk pertanian lokal. Khususnya di kawasan pegunungan Muria. Agar siap menghadapi persaingan pasar bebas.

Kemudian siangnya usai salat Jumat MoU antara Bupati Kudus H Musthofa dengan Rektor UMK ditindaklanjuti dengan MoU antara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) , Catur Sulistiyanto S.Sos MM dengan Dekan Fakultas Pertanian UMK Ir Zeh Nahdi MSc.

Hendi Hendro HS, Ketua Panitia Agroexpo, mengatakan bahwa MoU ini sebagai kewajiban dari Tridarma perguruan tinggi yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“ Ini merupakan salahsatu langkah kami sebagai keprihatinan semakin menurunnya jumlah petani. Melalui program-program seperti agroexpo dan seminar sebaga cara promosi untuk menarik kalangan generasi muda. Melalui MoU dengan Dinas Pertanian Kudus, nanti mahasiswa-mahasiswa Fakultas Pertanian Kudus bisa langsung mengaplikasikan teori yang diterimanya di kampus ke lapangan ,” kata Hendi Hendro di depan stand Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :