Harus Kelar Akhir Bulan Ini, TP4D Kejati Jateng Dan Wabub Tinjau Proyek Pasar Rakyat

oleh
Wakil Bupati Kudus Hartopo dan Tim TP4D kejati Jawa Tengah saat melakukan kunjungan ke proyek pembangunan Pasar Rakyat di Kompleks Pasar Baru wergu Wetan Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Proyek cepat Pasar rakyat yang harus diselesaikan hanya dalam waktu 60 hari, siang  tadi ditinjau oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dibawah pimpinan Dadang djafar melaksanakan peninjauan ke proyek pembangunan Pasar Rakyat yang ada di kawasan kompleks Pasar Baru Wergu Wetan Kudus, Rabu (26/12/2018).

Pada peninjauan tersebut ketua Sub Tim E TP4D Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Dadang Djafar mengatakan, pelaksanaan proyek yang menggunakan uang negara itu harus selesai pada akhir tahun ini.

“Sekarang posisinya sudah 95 persen, saya optimis sebentar lagi selesai dan sejauh ini belum ditemui pelanggaran administratif, kalau secara teknis kami kembalikan sepenuhnya kepada pelaksana pembangunan proyek ini, namun kami juga minta hasil uji laboratorium dari spesirfikasi kualitas material yang kami awasi,” katanya.

TRENDING :  Baru Rampung Dibangun, Kanopi Bagian Belakang Pasar Rakyat Roboh

Ditambahkannya, peran TP4D hanya melakukan pengawasan administratif serta dari sisi hukum agar tidak melakukan pelanggaran.

“Kami menekankan agar pembangunan pasar sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan yaitu 30 Desember 2018,” tambah Dadang.

Direktur PT Yoga Jaya Perkasa, pelaksana proyek pembangunan Pasar Rakyat, Yuli Setiawan mengatakan, pihaknya berjanji akan komitmen dalam pengerjaan proyek sesuai dengan RAB.

“Insha Allah untuk target penyelesaian dengan rentang waktu pelaksanaan 60 hari sejak 30 Oktober 2018 sampai 30 Desember 2018, optimistis kami bisa penuhi,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati (Wabup) Kudus, Hartopo, yang juga hadir di lokasi pasar rakyat kemudian, mengingatkan kepada para kontraktor proyek fisik tidak hanya mengejar target waktu, namun juga dapat menjaga  kualitas.

TRENDING :  Tahun ini, Belum Semua Pasar Terapkan e-Retribusi

“Jangan asal-asalan jangan hanya ngejar target. Tapi kualitas juga harus diperhatikan,” kata Hartopo.

Harapan jangan memburu percepatan saja. Untuk closing pekerjaan ini pada pada tanggal 21 Desember. Karena ini ada perizinan dari pak menteri ada tambahan waktu hingga 30 Desember. Kalau dikasih tambahan juga tenaga ditambah.

Ia mencontohkan, keramik yang menempel di dinding. Menurutnya harus diberi perekat. Sehingga keramik ini bisa bertahan lama. Apalagi garansi yang diberikan rekanan hanya enam bulan saja.

Selanjutnya, kata dia, pembangunan Pasar Rakyat yang dibiayai oleh APBN senilai Rp 5,69 miliar itu akan berakhir kontraknya pada 30 Desember 2018. Saat ini, sejumlah pekerja masih sibuk menyelesaikan bangunan pasar yang sudah masuk tahap akhir.

TRENDING :  Harga Lebih Murah Bikin Warga Kecamatan Jekulo Kepincut Borong Barang Di Pasar Murah

“Sejauh ini (sepanjang 2018,red) saya lihat kalau dari target waktu proyek fisik di Kudus memenuhi. Kecuali proyek pembangunan stadion yang membutuhkan tambahan waktu. Untuk kualitas saya belum tahu. Itu butuh kajian dan evaluasi sendiri,” katanya.

Dia juga mengingatkan, agar para penyedia jasa konstruksi yang menggarap proyek pemerintah agar sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB). Tidak ada manipulasi dalam pembelanjaan material. “Kontraktor sebagai mitra pemerintah harus sportif dalam pengerjaan proyek pemerintah,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :