Hasil Laborat Kripik Pare Positif Beracun

oleh

Kudus, isknews.com – Hasil laborat kripik pare crispy yang menyebabkan 20 siswa SD 4 Honggosoco keracunan pada Rabu 12 Oktober 2016 lalu sudah diketahui. Hal ini disampaikan Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Hikari Widodo, Senin (31/10).

TRENDING :  Implementasi Kurikulum K3, Djarum Foundation Latih 581 Siswa SMKN 1 Metode Dasar Pemadaman Api
cymera_20161101_171613
Petugas kepolisian menunjukkan kripik pare crispy yang meracuni 20 siswa SD 4 Honggosoco, Rabu (12/10). (ISK/MUKHLISIN)

Dia mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari laboratorium kesehatan daerah (Lapkesda). Hasilnya sampel kripik pare crispy yang diambil positif mengandung jamur kapang dan bakteri bacillus sp serta staphylococcus epidermis.

“Jamur kapang biasanya tumbuh dimakanan basi, kadaluarsa dan terlalu lama. Sementara bakteri bacillus sp ini menghasilkan toksin atau racun dengan reaksi muntah atau diare. Sehingga menyebabkan 20 siswa SD 4 Honggosoco keracunan,” ujarnya.

TRENDING :  Pembebasan Lahan Waduk Logung Diapresiasi Menteri Keuangan Sri Mulyani

Hikari menambahkan, kategori keracunan yang menimpa siswa SD 4 Honggosoco termasuk kategori ringan. Karena hanya mengalami muntah, tidak sampai menyebabkan diare dan pingsan.

TRENDING :  Sebelum ke Lokasi, Yuk Intip Rangkaian Acara Festival Parade Sewu Kupat

Untuk menghindari kejadian serupa Hikari mengimbau supaya lebih memperhatikan cara pengolahannya. Karena bisa saja keracunan disebabkan tidak higienis cara memasaknya. “Penyebab keracunan ada beberapa sebab, salah satunya cara pengolahan makanan yang higienis,” jelasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :